Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal 3 Keunikan Suku Punan Batu, Memahami Evolusi Manusia dan Pola Migrasi di Kalimantan

📅 Kamis, 07 Des 2023, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bahasa lagu suku Punan Batu memiliki ciri khas yang menarik, seperti penggunaan nada yang bervariasi (dengan menira, atau bernyanyi), pengulangan kata atau frasa, dan penggunaan metafora. Bahasa ini juga mencerminkan pengetahuan dan kearifan lokal mereka tentang alam, binatang, tanaman, dan obat-obatan.

Sayangnya, bahasa ini kini menjadi bahasa yang terancam punah, karena hanya bisa dituturkan oleh orang-orang tua Punan Batu. Anak muda mereka lebih banyak mempelajari bahasa Indonesia sehingga enggan untuk belajar bahasa Latala.

3. Berkomunikasi dengan pesan ranting

Mereka juga memiliki praktik budaya yang langka dan menarik, seperti menggunakan pesan ranting untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan berbagi sumber daya dalam praktik pro-sosial.

Metode komunikasi ini pernah tersebar luas di kalangan suku Punan yang nomaden di Kalimantan, termasuk suku Penan di Sarawak, Malaysia namun sebagian besar sudah hilang di desa-desa Punan yang telah menetap.

Pesan-pesan yang mereka gunakan berupa tanda-tanda ranting yang mengandung informasi tentang arah, jarak, waktu, atau keadaan darurat.

Pesan-pesan ini membantu mereka berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersolidaritas dalam mencari makan, berburu, dan menghindari bahaya serta penyakit dengan melakukan praktik karantina mandiri misalnya.

Ancaman dan pelestarian

Suku Punan Batu tinggal di hutan yang merupakan bagian dari kawasan Gunung Batu Benau, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan calon geopark dengan nilai geologi, biologi, dan budaya yang tinggi. Kawasan ini memiliki formasi batu karst yang unik, yang membentuk gua-gua yang menjadi tempat perlindungan suku Punan Batu. Kawasan ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan bagi suku Punan Batu.

Sayangnya, cara hidup suku Punan Batu mulai terancam. Hutan tempat tinggal mereka menyusut akibat ekspansi perusahaan penebangan kayu dan kelapa sawit. Hal ini tidak hanya berdampak pada aktivitas berburu dan meramu mereka, namun juga mengancam warisan budaya mereka.

Masyarakat Punan Batu dan hutan area jelajah di sekitar Gunung Batu Benau dan sungai Sajau telah diakui dalam status "Masyarakat Hukum Adat" pada bulan Juni 2023 lalu oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Namun, pengakuan ini saja tidak cukup. Kawasan ini memerlukan perlindungan yang lebih kuat dari pemerintah semisal dengan memberikan status hutan adat. Hal ini dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan ancaman bagi keberlangsungan hidup suku Punan Batu kedepannya.The Conversation

Pradiptajati Kusuma, Postdoctoral research fellow, Mochtar Riady Institute for Nanotechnology

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.