Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Helikopter Tentara Guyana Hilang di Dekat Perbatasan Venezuela

📅 Kamis, 07 Des 2023, 08:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Helikopter Tentara Guyana Hilang di Dekat Perbatasan Venezuela Doc: YAHOO/AFP/ZURIMAR CAMPOS
Ket. Presiden Nicolas Maduro dengan peta wilayah Essequibo yang dia klaim sebagai bagian dari Venezuela.

CARACAS -Sebuah helikopter milik tentara Guyana berisi tujuh orang dilaporkan hilang pada Rabu (6/12) di dekat wilayah perbatasan dengan Venezuela, kata seorang pejabat. Peristiwa itu ketika ketegangan kedua negara tetangga itu meningkat terkait sengketa wilayah kaya minyak.

Kepala Staf Angkatan Darat Guyana Omar Khan mengatakan pada konferensi pers, kontak dengan helikopter hilang tak lama setelah lepas landas karena cuaca buruk. Dia "tidak memiliki informasi yang menunjukkan bahwa" Venezuela terlibat.

Laporan mengenai pesawat yang hilang menambah pertikaian perbatasan yang meningkat atas wilayah Essequibo yang kaya minyak, yang dikuasai Guyana selama lebih dari satu abad, tetapi Venezuela juga mengklaim dan telah menyatakan niatnya untuk mengambil alih.

Di tengah meningkatnya ketegangan, yang diperburuk oleh referendum kontroversial di Venezuela pada akhir pekan, para pejabat Guyana dan Venezuela sepakat pada hari sebelumnya untuk menjaga "saluran komunikasi tetap terbuka."

Di Caracas, pemerintah mengatakan diplomat utamanya Yvan Gil melakukan panggilan telepon dengan timpalannya dari Guyana Hugh Todd "untuk membahas masalah sengketa wilayah."

Diskusi tersebut berlangsung atas permintaan Guyana, katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, tentara Brasil mengatakan pihaknya memperkuat kehadirannya di kota utara Pacaraima dan Boa Vista sebagai bagian dari upaya "untuk menjamin wilayah tersebut tidak dapat diganggu gugat."

Sementara Amerika Serikat mengatakan pihaknya mengamati dengan cermat situasi tersebut.

"Ini memprihatinkan, kami mengamati hal ini dengan sangat, sangat, sangat cermat," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby kepada wartawan.

Perselisihan yang sudah berlangsung lama mengenai Essequibo, yang mencakup sekitar dua pertiga wilayah Guyana, semakin meningkat sejak ExxonMobil menemukan minyak di sana pada 2015.

Pada Selasa, Caracas mengusulkan rancangan undang-undang untuk membentuk provinsi Venezuela di Essequibo dan memerintahkan perusahaan minyak negara untuk mengeluarkan izin untuk mengekstraksi minyak mentah di wilayah tersebut.

Didorong oleh banyaknya suara "ya" dalam referendum kontroversial mengenai nasib Essequibo yang diadakan pada hari Minggu, Presiden Venezuel Nicolas Maduro juga memberikan ultimatum kepada perusahaan-perusahaan minyak yang bekerja di bawah konsesi yang dikeluarkan Guyana untuk menghentikan operasinya dalam waktu tiga bulan.

Presiden Guyana Irfaan Ali menyebut pernyataan Maduro sebagai "ancaman langsung" terhadap negaranya dan mengatakan dia akan meminta keringanan dari Dewan Keamanan PBB.

Angkatan bersenjata Guyana dalam keadaan "waspada," Ali menambahkan dalam pidato yang jarang dilakukan di negara itu pada Selasa malam, dan telah melakukan kontak dengan "mitra" termasuk Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.