Studi: Penjualan Senjata Terhambat oleh Kendala Produksi
📅 Selasa, 05 Des 2023, 00:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPerusahaan-perusahaan Turki khususnya mengalami peningkatan, dengan Baykar, yang memproduksi drone tak berawak yang banyak digunakan di Ukraina, mengalami peningkatan pendapatan sebesar 94 persen.
Pendapatan gabungan untuk pemasok senjata di Asia dan Oseania meningkat sebesar 3,1 persen, mencapai 134 miliar dollar AS pada tahun 2022.
Tiongkok, yang merupakan pemasok senjata terbesar kedua setelah AS, melihat delapan perusahaan senjatanya dalam peringkat tersebut meningkatkan pendapatan gabungan mereka sebesar 2,7 persen, mencapai 108 miliar dollar AS.
Ke depan, Lopes da Silva mengatakan, tidak ada tanda-tanda permintaan melambat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dalam laporan perusahaan, sesuatu yang sangat menarik yang kami temukan adalah asupan pesanan dan simpanan perusahaan meningkat pesat," katanya.
Selain itu, banyak negara Eropa telah berjanji meningkatkan target belanja militer setelah invasi Russia ke Ukraina, dengan beberapa target yang mencapai hingga tahun 2030.
"Kami melihat permintaan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Jadi kami memperkirakan belanja militer akan terus meningkat dan sebagai konsekuensinya pendapatan persenjataan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!