Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Penjualan Senjata Terhambat oleh Kendala Produksi

📅 Selasa, 05 Des 2023, 00:20 WIB | Oleh:
Studi: Penjualan Senjata Terhambat oleh Kendala Produksi Doc: istimewa
Ket. Amerika Serikat mengalami penurunan pendapatan dari penjualan senjata sebesar 7,9 persen.

STOCKHOLM - Para peneliti pada Senin (4/12), mengatakan, bahkan ketika perang di Ukraina memicu permintaan, pendapatan pemasok senjata utama dunia turun pada tahun 2022, disebabkan oleh berbagai kendala yang membuat perusahaan tidak dapat meningkatkan produksi.

Menurut laporan baru dari Stockholm International Peace Research Institute (Sipri), penjualan senjata dan layanan militer oleh 100 perusahaan senjata terbesar di dunia berjumlah 597 miliar dollar AS pada tahun 2022, turun 3,5 persen dibandingkan tahun 2021.

Dikutip dari The Straits Times, pada saat yang sama, ketegangan geopolitik ditambah dengan invasi Russia ke Ukraina memicu peningkatan permintaan senjata dan peralatan militer.

Peneliti senior di Sipri, mengatakan kepada AFP bahwa dalam konteks ini, perlambatan pendapatan adalah "tidak terduga".

"Penurunan ini sebenarnya menunjukkan adanya jeda waktu antara guncangan permintaan seperti perang di Ukraina dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produksi dan benar-benar memenuhi permintaan tersebut," katanya.

Menurut Sipri, penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pendapatan para produsen senjata besar di Amerika Serikat, di mana para produsen senjata berjuang dengan "masalah rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja" yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

AS sendiri mengalami penurunan sebesar 7,9 persen, namun masih menyumbang 51 persen dari total pendapatan senjata pada tahun 2022, dengan 42 perusahaan termasuk dalam 100 perusahaan teratas dunia.

Pemasok senjata AS sangat rentan terhadap gangguan rantai pasokan karena banyak sistem senjata yang mereka produksi lebih kompleks.

"Itu berarti rantai pasokannya juga lebih kompleks, dan memiliki lebih banyak bagian, yang berarti lebih rentan," kata Lopes da Silva.

Produsen senjata Russia juga mengalami penurunan pendapatan secara signifikan dalam laporan tersebut, yaitu turun 12 persen menjadi 20,8 miliar dollar AS.

Penurunan ini sebagian disebabkan oleh sanksi yang dijatuhkan kepada Russia terkait Ukraina, namun da Silva juga mencatat bahwa pendapatan yang lebih rendah juga bisa disebabkan oleh penundaan pembayaran dari negara Russia.

"Selain itu, transparansi pembuat senjata di Russia telah berkurang, dan hanya dua perusahaan Russia yang masuk dalam 100 perusahaan teratas karena kurangnya data yang tersedia," kata Sipri.

Sebaliknya, di belahan dunia lain seperti Timur Tengah, Asia, dan Oseania, produsen senjata yang memproduksi sistem yang tidak terlalu rumit mampu merespons peningkatan permintaan.

Faktanya, Timur Tengah mengalami peningkatan persentase terbesar dibandingkan wilayah mana pun, dengan pertumbuhan sebesar 11 persen hingga mencapai 17,9 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.