CEO OpenAI Mengakui Sebab Pemecatannya Karena Ancaman Program Rahasia yang Dia Bangun
📅 Sabtu, 02 Des 2023, 18:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON - CEO OpenAI, Sam Altman,tampaknya memercayai teori bahwa alasan pemecatan yang dia alami sebelumnya karena sistem baru yang sangat kuat dan rahasia yang dia bantu bangun.
Dikutip dari Daily Mail, beberapa karyawan dilaporkan memperingatkan dewan direksi perusahaan bahwa proyek ini, yang diberi nama Q* ('Q star'), menjadi sangat maju sehingga sudah bisa lulus ujian matematika dan melakukan tugas-tugas berpikir kritis. Dan mereka merasa Altman tidak menganggap serius peringatan mereka.
Dalam wawancara pekan ini, Altman tak menampik adanya program rahasia yang menurut beberapa karyawan menjadi penyebab pemecatannya.
Sebaliknya, dia menyebut pengungkapan Q* sebagai 'kebocoran yang disayangkan'. Altman dipecat, kemudian dipekerjakan oleh investor OpenAI, Microsoft , dan kemudian dipekerjakan kembali oleh OpenAI, yang juga memberikan dukungan kepada sebagian besar dewan yang memecat Altman, hanya dalam waktu lima hari di bulan November.
Saat dihadapkan pada pertanyaan tentang Q* dalam wawancara dengan The Verge, dia sempat menyangkal keberadaan program tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat mengetahui keberadaan Q* dalam berita Reuters baru-baru ini, yang juga menyampaikan beberapa kekhawatiran yang disampaikan dalam surat peringatan karyawan kepada dewan.
Namun berita tersebut hanya meliput Q* dan isi surat secara umum, karena wartawan Reuters tidak melihat surat tersebut.
Dengan semua ketidakpastian ini, Altman berada pada posisi yang tepat untuk menyangkal keberadaan Q* dan menganggapnya sebagai rumor yang tidak berdasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun sebaliknya, dia sepertinya membenarkannya.
"Tidak ada komentar khusus mengenai kebocoran yang disayangkan itu," katanya.
"Tetapi apa yang telah kami katakan dua minggu yang lalu, apa yang kami katakan hari ini, apa yang kami katakan setahun yang lalu, apa yang kami katakan sebelumnya, adalah bahwa kami mengharapkan kemajuan dalam teknologi ini akan terus pesat dan kami juga mengharapkan kemajuan dalam teknologi ini akan terus berlanjut. berharap untuk terus bekerja keras mencari cara untuk menjadikannya aman dan bermanfaat," tutur dia.
Orang-orang yang bekerja di bidang AI telah memperingatkan bahwa begitu ilmuwan komputer mencapai kecerdasan umum buatan (AGI), kecerdasan tersebut mungkin menjadi lebih kuat daripada yang dapat ditandingi manusia.
Mereka bahkan dapat memandang manusia sebagai ancaman yang harus dihilangkan, dengan menggunakan infrastruktur internet dan komputer untuk melaksanakan rencana hari kiamat.
Ketakutan tersebut sejalan dengan prediksi para ahli bahwa suatu hari AI akan mencapai titik yang dikenal sebagai singularitas, ketika teknologi menjadi lebih kuat dan cerdas dibandingkan kemampuan manusia untuk bersaing, sehingga mengubah arah evolusi kita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!