Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelangkaan Pupuk Ditengarai Akibat Ulah Mafia

📅 Jumat, 01 Des 2023, 08:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kelangkaan Pupuk Ditengarai Akibat Ulah Mafia Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pupuk, baik subsidi maupun nonsubsidi, saat ini masih sulit ditemui di masyarakat yang tengah memasuki musim tanam. DPR RI mengendus permasalahan pupuk tersebut akibat ulah mafia.

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet menduga ada sindikat mafia bermain dalam industri pupuk Tanah Air. Sebab, di tengah produksi pupuk yang cukup, namun keberadaan pupuk nonsubsidi masih sulit ditemui.

"Ada beberapa indikasi yang mengarah dugaan adanya sindikat mafia yang bermain dalam industri pupuk di Indonesia. Pertama, karena dari penjelasan direktur pupuk Indonesia bahwa sampai saat ini produksi dan stok pupuk cukup. Tapi kenyataannya di lapangan, petani kesulitan mendapati pupuk subsidi, bahkan pupuk non subsidi juga sulit ditemui," ujar Slamet dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke PT Pupuk Kujang Indonesia, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/11), dikutip dari laman resmi DPR RI.

Dia menjelaskan, ketika mafia pupuk tersebut melempar pupuk ke pasaran di tengah kondisi kelangkaan di pasar, maka berapapun harga yang dipatok pasti akan dibeli. Dengan kata lain, sindikat tersebut akan mengatur harga sesuai keinginannya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera mengatasi hal ini. Salah satunya dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk nonsubsidi. Dengan begitu, mafia tidak akan bisa mempermainkan harga lagi di pasaran.

"Jika dikatakan bahwa penentuan HET bukan domain dari PT Pupuk atau kementerian pertanian, melainkan ada di bawah wewenang Kementerian Perindustrian, menurut saya itu bukan alasan. Karena semua instansi atau lembaga tersebut merupakan bagian dari pemerintah yang memiliki tugas utama menyejahterakan rakyat Indonesia, termasuk petani," pungkasnya.

Pupuk Subsidi

Terkait pupuk subsidi, Komisi VII DPR mengingatkan PT Pupuk Indonesia serius menindaklanjuti isu produksinya di Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterima, perseroan belum mampu memenuhi kuota kebutuhan pupuk subsidi di Indonesia walaupun sudah memperoleh insentif dari harga gas.

Usai Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan PT Pupuk Indonesia di Gedung Nusantara I, Kamis (30/11), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menekankan isu pupuk subsidi tidak boleh menjadi polemik berkepanjangan. Karenanya, dia meminta ketegasan dari Pupuk Indonesia menyelesaikan isu ini.

Secara terpisah, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi mengakui petani itu selalu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. "Selalu saja ada kendala untuk mendapatkannya. Itu lebih pada aspek distribusinya," ujar Qomar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.