Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wabah Besar yang Misterius Melemahkan Kekuatan Kota Athena

📅 Senin, 27 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Penyakit dan Gejalanya

Penyebab Wabah Athena adalah salah satu misteri terbesar dalam sejarah kedokteran hingga saat ini. Satu-satunya bukti tentang wabah ini terbatas pada narasi Thucydides, yang dirinya tertular penyakit tersebut tetapi selamat. Dalam sejarah Perang Peloponnesia, sejarawan Athena itu menggambarkan dengan tepat kondisi yang terjadi di kotanya selama periode wabah, serta tanda dan gejala utamanya

"Saya membiarkan semua orang, dokter atau orang bodoh, menjelaskan, sejauh yang dia tahu, dari mana asalnya dan apa penyebab penyakit yang menyebabkan gangguan pada tubuh tersebut, yang membawanya dari sehat hingga mati. Saya sendiri yang sakit dan melihat dengan mata kepala sendiri orang-orang yang sakit, akan menggambarkan penyakit itu dan gejala-gejalanya sehingga jika itu terjadi, setiap orang akan mengingatnya dan mengetahui penyakitnya untuk disembuhkan," tulis Thucydides.

Sejarawan tersebut menyebutkan Afrika utara sebagai kemungkinan asal-muasal penyakit ini, yang menyebar di wilayah Athena yang lebih luas. Penyakit ini sangat menular, dengan angka kematian yang tinggi di antara dokter dan kerabat yang merawat pasien. Diperkirakan sekitar seperempat atau sepertiga penduduk Athena kuno kehilangan nyawa akibat epidemi ini.

Thucydides menggambarkan gejalanya secara rinci: rasa terbakar pada penderitanya, sakit perut dan muntah-muntah, keinginan untuk telanjang bulat tanpa ada kain linen yang menempel di tubuh itu sendiri, insomnia dan kegelisahan. Jika pasien selamat dari tahap pertama ini, setelah tujuh atau delapan hari, penyakit sampar akan turun ke usus dan bagian tubuh lainnya (alat kelamin, jari tangan dan kaki). Beberapa orang bahkan menjadi buta.

Masyarakat setelahnya dapat melihat wabah yang terjadi dari penuturan para sejarawan mengenai dampak buruk yang ditimbulkan oleh epidemi ini terhadap masyarakat Athena. Wabah juga menghancurkan nilai-nilai tradisional di mana pemanjaan diri menggantikan kehormatan dan tidak ada rasa takut terhadap Tuhan atau manusia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.