Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wabah Besar yang Misterius Melemahkan Kekuatan Kota Athena

📅 Senin, 27 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Wabah Besar yang Misterius  Melemahkan Kekuatan Kota Athena Doc: Aris MESSINIS / AFP
Ket. kuil kuno Parthenon di bukit Acropolis di Athena

Kota Athena di Yunani pernah terjadi wabah yang disebut dengan "Wabah Besar Athena". Pageblug ini melemahkan negara kota yang sedang dalam zaman keemasan karena turut meninggalnya pemimpin pemerintahan demokrasi mereka yaitu Pericles.

Di masa lalu di Yunani pernah beberapa kali mengalami wabah yang mematikan banyak orang. Kata-kata yang telah menjadi akrab seperti "epidemi," "pandemi," dan "panik" yang sangat umum di kehidupan saat ini terutama ketika Covid-19 muncul pada era modern, berasal dari era kuno negara itu.

Wabah hadir bahkan dalam karya pertama sastra barat Iliad karya Homer. Ia menyebutkan pageblug itu menimpa tentara Yunani di Kota Troy. Mitos yang disampaikan wabah datang karena Agamemnon, pemimpin Yunani, menunjukkan rasa tidak hormat terhadap Apollo, dewa cahaya, musik, puisi, penyembuhan, dan pengobatan.

Namun menurut Greek Traveltellers, bukan hanya mitos yang berkembang, wabah diceritakan mempunyai dampak signifikan terhadap jalannya sejarah Yunani kuno. Dengan teknologi yang terbatas, mereka digambarkan menghadapi situasi mengerikan dan sulit untuk dihadapi saat ini.

Digambarkan pada 430 SM, Athena berada pada zaman keemasan dengan Pericles sebagai pemimpinnya. Negara demokrasi itu telah mengalami era kemegahan dan taraf hidup yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara sebelumnya. Namun untuk supremasi Athena di Laut Aegea dan Mediterania ketika itu masih diperdebatkan.

Athena telah berperang selama dua tahun berturut-turut dengan Sparta, konflik sipil Yunani yang dalam sejarah dikenal sebagai Perang Peloponnesia. Ketika itu Yunani masih berada di awal perang berdarah yang akan berlangsung selama 27 tahun penuh.

Celakanya di tengah hasil perang, masih belum pasti antar kalah atau menang karena musuh yang tidak terlihat akan mengubah keseimbangan secara signifikan. Epidemi yang sangat mematikan, yang dikenal sebagai "Wabah Besar Athena" melanda negeri itu.

Perjalanan sejarah banyak kebudayaan kuno sangat dipengaruhi oleh munculnya epidemi. Diantaranya, penyakit sampar yang melanda Athena Kuno tidak diragukan lagi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya Perang Peloponnesia, yang mempercepat runtuhnya zaman keemasan Athena dan dominasi Athena di Mediterania.

Berkat upaya seorang tokoh besar dan bapak sejarah ilmiah, sejarawan Athena dan jenderal Thucydides, hari ini kita dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi sekitar 2500 tahun yang lalu. "Wabah sebesar ini dan dengan konsekuensi yang sangat dahsyat sehingga tidak ada kemiripannya dengan hal lain dalam sejarah umat manusia," kata dia.

Karya Thucydides berjudul Sejarah Perang Peloponnesos berfokus perang yang terjadi, bukan pada wabah yang terjadi. Deskripsinya tentang wabah yang melanda Athena pada tahun 430 SM merupakan kelanjutan dari kisahnya yang terkenal tentang Orasi Pemakaman Pericles.

Orasi Pemakaman Pericles merupakan naskah pidato yang disampaikan oleh Pericles di pemakaman Kerameikos selama proses pemakaman. Naskah itu disampaikan untuk menghormati para korban perang. Bahkan Pericles sang pemimpin menjadi korban penyakit tersebut tidak lama setelah pidatonya, namun Thucydides selamat.

Wabah penyakit melanda Athena pada awal musim panas tahun 430 SM dan pada musim panas tahun 428 SM. Penyakit ini benar-benar memusnahkan populasi kota, yang datang silih berganti secara bergelombang. Setelah periode resesi yang singkat, epidemi ini kembali terjadi pada musim dingin tahun 427 SM dan berlangsung hingga musim dingin tahun 426 SM.

Diperkirakan sekitar satu dari tiga penduduk Athena meninggal akibat epidemi ini, termasuk Pericles, pemimpin kota tersebut. Hilangnya sebagian besar sumber daya manusia dan sebagian besar pemimpin kota, ditambah dengan penurunan tajam moral warga sipil yang masih hidup, menyebabkan kesalahan besar dalam pilihan politik dan militer kota.

Terpilihnya pemimpin yang kurang kuat dan tidak mampu mengatasi keadaan mengakibatkan kekalahan tanpa syarat dan kapitulasi. Akibatnya setelah berakhirnya Perang Peloponnesia, Athena tidak mendapatkan kembali sebagian dari kekuatan dan kejayaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.