Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seruan Jembatan Serong: Ratusan Tokoh Serukan Pemilu untuk Kemaslahatan Umum bukan Kepentingan Sempit Keluarga

📅 Senin, 27 Nov 2023, 19:45 WIB | Oleh:
Seruan Jembatan Serong: Ratusan Tokoh Serukan Pemilu untuk Kemaslahatan Umum bukan Kepentingan Sempit Keluarga Doc: Istimewa
Ket. Karlina Supeli membubuhkan pernyataannya di kain pernyataan sikap Seruang Jembatan Serong.

JAKARTA - Pada hari ini, Senin (27/11), ratusan aktivis, tokoh antikorupsi, tokoh pers, pengajar, dan guru besar bersatu dalam satu seruan yang dikeluarkan menjelang dimulainya kampanye pemilu. Seruan ini diinisiasi oleh Forum Lintas Generasi dalam mimbar akademik terbuka di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Forum yang dipandu oleh tuan rumah, Simon Petrus Lili Tjahjadi, Ketua STF Driyarkara, dan sejumlah tokoh seperti Yustinus Prastowo, Omi Komaria Madjid, Sulistyowati Irianto, Erry Riyana Hardjapamekas, Lukman Hakim Saifuddin, Goenawan Mohamad, dan lainnya, memberikan suara untuk menghidupkan kembali budaya yang mengutamakan kemaslahatan umum daripada kepentingan sempit elit politik.

Dalam mimbar yang dimulai pukul 13.00, Dr. Karlina Supelli, Direktur Pascasarjana STF Driyarkara, membuka forum dengan sekapur sirih.

"Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia agar berani Bersuara Jujur dan Jernih dalam menghadapi Pemilu demi menghidupkan kembali budaya yang mengutamakan kemaslahatan umum, bukan kepentingan sempit elit politik," kata Karlina Supelli saat memberi pengantar mimbar.

Pernyataan-pernyataan juga disampaikan oleh tokoh pers Arif Zulkifli, pengajar Yanuar Nugroho, Salman Alfathan dari Bijak Memilih, psikolog Tika Bisono, dan mantan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki. Puluhan guru besar, tokoh pendidikan, seniman, aktivis, dan wartawan turut hadir melalui daring.

Berikut Seruan Jembatan Serong Selengkapnya:

Hari-hari mendatang ini, nasib demokrasi Indonesia dipertaruhkan. Apakah tanah air akan berjalan sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan dasar Pancasila, atau sebaliknya menjadi ajang permainan politik dinasti dan oligarki.

Demokrasi kita kehilangan adab karena penguasa memanipulasi lembaga negara untuk kepentingan politik keturunannya. Praktik ini memprihatinkan dan mengingatkan kita kepada amanat reformasi, yakni penghapusan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini berarti spirit republik hilang dalam penyelenggaraan negara. Politik dipertontonkan tanpa peduli pada kepantasan etik dan moral bangsa demi kelanjutan kekuasaan.

Untuk itulah kami berseru dan bertekad untuk menegakkan negeri yang adil dan merdeka, yang menyediakan kesempatan yang setara kepada tiap putra-putri Indonesia. Tanpa nepotisme, tanpa kelompok dan keluarga dengan hak-hak istimewa.

Kami meminta seluruh lembaga tinggi negara menjamin pemilu yang jujur dan adil.

Kami menolak dengan keras penyusutan kekuasaan ke tangan eksekutif, perusakan batas-batas tegas dan pemisahan kekuasaan, persekongkolan para elit politik, aparatur dan lembaga-lembaga negara bagi kepentingan-kepentingan orang atau kelompok tertentu dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Kami menolak peremehan terhadap kaum muda sebagai kelompok dangkal, apatis, yang hanya bisa "lucu-lucu"/gemoy. Anak muda adalah salah satu pilar kemajuan bangsa. Kami menganggap anak muda sebagai bagian penting dalam perjuangan serius menyelamatkan demokrasi, yang tidak apatis, yang bisa mencetuskan perubahan.

Kami menuntut proses Pemilihan Umum 2024 yang memberikan pendidikan politik yang sehat bagi kaum tua dan muda. Indonesia yang adil dan beradab lima tahun ke depan dimulai dari kesadaran dan praktik Pemilu yang jujur dan jernih di atas gagasan yang bernas, bukan hanya ajang meraup suara di atas kertas.

Kami menyerukan kepada seluruh anggota masyarakat untuk aktif mengawal dan mengawasi proses pemilihan umum dengan segala sarana dan perangkat yang dimiliki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.