Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Generasi Z Rawan Terserang Gangguan Gatal

📅 Senin, 27 Nov 2023, 20:19 WIB | Oleh:
Generasi Z Rawan Terserang Gangguan Gatal Doc: istimewa
Ket. gangguan gatal

JAKARTA - Gen Z, yang saat ini berada di rentang usia 13-27 tahun, merupakan kelompok usia yang rentan terkena serangan gatal. Hal ini karena Gen Z memiliki mobilitas tinggi di tengah kondisi paparan cuaca dan polusi ekstrim.

"Namun sayangnya kondisi gatal yang dialami kerap diabaikan karena dianggap sebagai hal wajar. Padahal serangan gatal bisa jadi sebagai pertanda penyakit lainnya, salah satunya penyakit kulit yang lebih parah," kata CEO Klinik Pramudia dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dia di Jakarta Rabu (22/11).

Oleh karenanya penting bagi masyarakat khususnya Gen Z untuk lebih sadar terhadap kondisi kulitnya. Mereka diharapkan segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin jika mengalami keluhan gatal-gatal.

"Saat ini, polusi udara di Indonesia, khususnya di Jakarta dan kota besar lainnya merupakan masalah yang serius. Jakarta, Depok, Bandung misalnya, memiliki konsentrasi polusi partikulatnya mencapai titik tertinggi. Gatal dan iritasi pada kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang mulai banyak ditemukan akibat polusi yang meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan, selain polusi akibat gas pembuangan industri, dan kendaraan, polusi dari sumber lain seperti asap rokok, sinar ultraviolet dan produk rumah tangga juga berpengaruh pada kesehatan kulit. Hal ini membuat Pramudia berfokus untuk menyediakan solusi bagi permasalahan kulit akibat cuaca dan polusi tersebut.

Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Klinik Pramudia, dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, menyatakan, kulit gatal merupakan sensasi tidak nyaman pada kulit yang dirasakan oleh seseorang dan menimbulkan keinginan untuk menggaruk. Hal ini akan berdampak negatif secara psikologi dan kehidupan seseorang.

"Gatal bisa dikatakan sebagai keluhan kulit terbanyak pada praktik dokter spesialis kulit dan kelamin, apalagi kondisi cuaca dan polusi ekstrim saat ini. Hal ini karena polusi secara langsung dapat merusak fungsi barier kulit yang berpengaruh terhadap kekambuhan beberapa penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim atopic," ungkapnya.

Eksim atopik sendiri, tambahnya, merupakan kelainan kulit dimana terdapat gangguan pada barier kulit dan diperparah dengan sensitivitas respon imun yang lebih tinggi terhadap bahan iritan. Faktor yang memperberat gejala eksim atopik ini yaitu adanya perubahan suhu, kelembaban, dan paparan sinar.

"Selain eksim atopik yang juga ditandai dengan Gatal, beberapa kelainan kulit yang bisa timbul dari cuaca dan polusi ini adalah jerawat, psoriasis, dan kelainan pigmentasi kulit seperti flek wajah maupun di tangan. Lebih bahayanya lagi, polusi juga bisa meningkatnya resiko kanker kulit," tambah dr. Amel.

Faktor cuaca dan polusi memainkan peran penting dalam mengakibatkan kulit Gatal. Secara patogenesis (bagaimana tumbuhnya suatu penyakit)kulit yang merupakan organ terluas dan terluar dari tubuh adalah penghubung terbesar ke dunia luar kulit (yang dimaksud bukan hanya wajah, tetapi di seluruh tubuh).

Polusi sendiri dapat masuk ke kulit melalui penumpukan partikel polusi di permukaan kulit, dan diserap oleh folikel rambut dan kelenjar keringat. Beberapa di antaranya akan bersirkulasi dalam plasma yang kemudian masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.

"Lalu, polusi yang masuk ini kemudian menghasilkan radikal bebas yang akan menurunkan kemampuan antioksidan kulit baik secara enzimatik maupun non-enzimatik (vitamin E, vitamin C dan glutation). Barier kulit yang rusak ini kemudian akan menyebabkan hilangnya air dalam jumlah banyak pada kulit. Kulit akan relatif lebih kering dan mudah mengalami peradangan dan menimbulkan keluhan gatal," jelas dr. Amel.

Bagi Gen Z yang sering melakukan kegiatan outdoor perlu melakukan pencegahan terhadap kulit gatal. Kerusakan kulit akibat gatal yang digaruk dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin pada kulit, diantaranya dengan rutin membersihkan kulit minimal 2 kali sehari dengan sabun yang lembut, menggunakan pelembab (moisturizer) dan tabir surya, serta jika perlu mengonsumsi suplemen yang sesuai dengan jenis dan tipe kulit penderitanya.

"Minum air putih akan membantu memberikan kelembaban terhadap kulit yang kering. Selain itu, mengurangi paparan dengan polusi seperti mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker juga tidak kalah penting," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.