Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Generasi Z Rawan Terserang Gangguan Gatal

📅 Senin, 27 Nov 2023, 20:19 WIB | Oleh:

Jika cuaca ekstrim dan polusi ini dianggap remeh, maka tentu akan ada masalah yang timbul. Gatal dan kemerahan yang dibiarkan lama tanpa pengobatan akan semakin parah dan lama kelamaan akan mengganggu kualitas hidup penderitanya, durasi pengobatan yang semakin panjang dan pada akhirnya akan berdampak pada sulitnya melaksanakan kegiatan sehari-hari, apalagi pada Gen Z.

Lebih lanjut ia menyarankan, apabila kondisi gatal tidak membaik dengan pengobatan awal yang diberikan, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Hal ini agar mendapatkan pengobatan dan manajemen yang sesuai.

Spesialis Dermatologi Venereologi Klinik Pramudia dr. Eko Prakoso Wibowo, Sp.DV, menjelaskan lebih lanjut terkait kulit gatal yang kerap dialami oleh Gen Z. Beberapa hal yang menjadi faktor seringnya Gen Z mendapatkan serangan gatal, pertama, karena di usia produktif Gen Z cenderung lebih aktif melakukan kegiatan outdoor, sehingga terpapar matahari dan polusi.

Kedua, gaya hidup yang kurang sehat seperti makan makanan cepat saji dan minuman manis. Ketiga, berkaitan dengan stress. Biasanya stres menjalani kehidupan sehari-hari, baik sekolah maupun pekerjaan, bisa juga mempengaruhi waktu istirahat atau waktu tidur sehingga bisa memicu banyak permasalahan kulit yang diawali dengan gatal.

Gatal menurut dr Eko bukan hanya suatu kondisi yang tidak nyaman, namun juga merupakan salah satu gejala dari berbagai permasalahan kulit lainnya. Berbagai kelainan kulit yang sering dijumpai di klinik seperti eksim, infeksi jamur, dan akne vulgaris seringkali memunculkan gejala gatal.

"Gejala gatal seringkali dicetuskan dan bertambah parah oleh kondisi tertentu, contohnya cuaca panas dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga menyebabkan kambuhnya eksim tipe seboroik. Iritasi debu serta stress berlebih dapat menyebabkan dermatitis atopik. Juga beberapa jenis eksim lainnya seperti dermatitis kontak alergi dan neurodermatitis, juga diawali dengan gatal," terangnya.

Ia juga menjelaskan penyakit lain yang erat hubungannya dengan iklim, yaitu infeksi jamur. Prevalensi infeksi jamur di Indonesia masih sangat tinggi karena berhubungan dengan iklim tropis dan kelembaban tinggi. Terutama pada kelompok dewasa muda dan jenis kelamin laki-laki. Aktivitas fisik yang tinggi, dan keringat yang berlebih, menyebabkan kulit menjadi lembab sehingga memudahkan pertumbuhan jamur.

"Terkait infeksi jamur ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan misalnya memastikan pakaian dalam keadaan kering dan bersih, menghindari pakaian yang terlalu ketat dan pilihlah pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat," tambahnya.

Pada gen Z, pengobatan akne vulgaris (jerawat) perlu kesabaran yang ekstra karena penyembuhannya termasuk jangka panjang. Apalagi, kondisi polusi dan cuaca, serta keinginan untuk mencoba produk viral yang ternyata tidak sesuai dengan jenis dan kondisi kulit dapat memperparah pertumbuhan penyakit ini.

"Selain itu, infeksi menular seksual juga merupakan penyakit yang perlu diperhatikan di kalangan gen Z. Kasus yang sering dijumpai antara lain kutil kelamin, gonore, dan sifilis." kata dr. Eko.

Obat gatal yang biasa diberikan oleh dokter adalah obat golongan antihistamin. Terapi topical dengan kandungan bahan kortikosteroid, urea, menthol, dll juga dapat mengurangi gejala gatal tersebut. Tentunya pemberian obat-obatan tersebut tergantung dari penyakit yang diderita pasien.

Contoh pada pasien yang menderita eksim akan lebih baik bila menggunakan produk yang tepat dengan kandungan ceramide, menghindari paparan sinar matahari yang terlalu lama, dan mandi menggunakan air yang tidak terlalu panas tentunya akan mengurangi gejala gatal yang diderita pasien.

Jika berbicara tentang Gen Z, tentu banyak tantangan dalam pelaksanaan terapi kulit gatal hingga penyakit kulit lainnya. Tantangan pertama yaitu misinformasi, di mana mudahnya akses internet saat ini membuat Gen Z senang mencari tahu penyakitnya lewat browsing tanpa konsultasi pada dokter yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.