Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hijaunya Alam Talaga Remis di Kaki Ciremai

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Hijaunya Alam Talaga Remis di Kaki Ciremai Doc: Indonesiakaya.com
Ket. Suasana Talaga Remis

Wilayah di sekitar kaki Gunung Ciremai dikenal dengan pemandangan alamnya. Eloknya alam Kuningan salah satunya terlihat di Hutan Wisata Talaga Remis yang berada di Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Destinasi ini berupa Talaga Remis dengan juga hutan yang didominasi dengan pohon pinus. Lokasinya tidak jauh dari Jalan Raya antara Majalengka-Sumber-Cirebon. Sedangkan jarak dari pusat Kota Kuningan sejauh 37 kilometer atau dapat ditempuh 1 jam.

Nama danau tersebut berasal dari kata dalam bahasa Sundatalagayang artinya danau danremisyaitu binatang sejenis kerang berwarna kuning dengan bentuk cenderung bundar dengan nama latinCorbicula javanica. Hewan bercangkang ini banyak hidup di sekitar telaga dan menjadi konsumsi orang di sekitarnya karena proteinnya yang tinggi.

Telaga Remis memiliki luas mencapai 3,25 hektare. Namun luas total dari Hutan wisata Talaga Remis mencapai 13 hektare. Sedangkan luas danaunya 3,25 hektare. Tempat ini sekarang dikelola oleh Perum Kehutanan Kabupaten Kuningan.

Lokasinya berada di sebelah utara Gunung Ciremai yang gagah, sebuah gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian puncaknya 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain pesonanya berupa telaga dengan air bening, di sekeliling telah menawarkan pemandangan hijau hutan pegunungan.

Hutan wisata Talaga Remis menyimpan keanekaragaman flora dan fauna, terdapat kurang lebih 160 jenis tumbuhan di antaranya sonokeling, malaka, kosambi dan lain-lain. Salah satu daya tarik tempat ini adalah adanya satu jenis tumbuhan langka yaitu Pisang Hyang.

Suasana asri bercampur dengan udara yang sejuk membuat Talaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk sekedar melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.

Di sekeliling danau terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutarinya. Menelusuri jalan setapak dari semen ini tidak akan terasa panas karena terlindungi oleh pepohonan. Udaranya yang sejuk menjadikan area ini banyak ditumbuhi lumut.

Talaga Remis terbuka bagi para pemancing, meski agak sulit untuk mendapatkan ikannya. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi perairan ini, menjadi target dari para pemancing yang datang ke tempat ini.

Talaga Remis yang anggun memiliki mitos yang berkembang. Dahulu Keraton Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Matangaji menolak untuk memberi upeti kepada Kerajaan Mataram sebagai bentuk pengakuan. Maka diutuslah Pangeran Salingsingan dan beberapa anak buahnya untuk berangkat menyampaikan penolakan ke pihak Mataram. Namun sebelum sampai tujuan, rombongan ini bertemu dengan kelompok Pangeran Purbaya dari Mataram yang ingin menagih upeti.

Karena Keraton Cirebon menyatakan menolak mengirimkan upeti, akhirnya terjadi perang antara kedua rombongan. Perang pun tidak dapat terelakkan antar keduanya di kaki Gunung Slamet. Utusan Keraton Cirebon Pangeran Salingsingan ternyata tidak bisa menandingi kedigdayaan Pangeran Purbaya dan pasukannya.

Mereka mundur lalu mengirim pesan kepada Sultan Matangaji. Mendengar keadaan itu, sultan mengutus menantunya Elang Sutajaya yang sakti mandraguna menuju medan perang. Demi membantu saudara-saudaranya yang tengah terdesak, dirinya berangkat membantu Pangeran Salingsingan dan memenangkan peperangan.

Sampai ditujuan, Elang Sutajaya mencari Pangeran Purbaya sebagai musuh utama. Dirinya menggunakan keris sebagai senjata dan ilmu sakti untuk mengalahkan sang utusan dari Kerajaan Mataram itu. Tanpa ampun, keris yang menjadi senjata Elang berhasil menghunus badan Purabaya hingga terbelah menjadi dua.

Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Namun Elang Sutajaya tidak bergeming. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah orang yang baik, karena telah melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.