Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Substitusi Impor Barang Operasi Hulu Migas Naik

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 10:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Substitusi Impor Barang Operasi Hulu Migas Naik Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah menyampaikan kontribusi industri penunjang migas nasional terhadap aktivitas industri hulu migas terus meningkat. Data pengendalian impor fasilitas masterlist Ditjen Migas pada 2021 dan 2022 mencatat terdapat peningkatan substitusi impor sebesar 52 persen.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengapresiasi Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), produsen dalam negeri dan para pemangku kepentingan atas capaian tersebut. Hal itu disampaikannya dalam Forum Apresiasi Program Substitusi Impor (Prosusi) Barang Operasi Hulu Migas yang digelar di Tangeran, Banten, Kamis (16/11).

Tutuka mengatakan, sejak dilaksanakan kegiatan Prosusi dan Program Guna Bina Dalam Negeri (PROGUNADI) pada 2021, terjadi peningkatan jumlah barang dalam negeri yang telah mensubstitusi barang impor. Substitusi terbesar adalah komoditas Structural (16 persen) dan Tubular Fitting Valve (9 persen) sedangkan substitusi terkecil adalah komoditas Drilling Production (5 persen), terutama subsurface, karena beresiko dan bernilai tinggi, sehingga diperlukan penelitian dan pengujian di lapangan agar dapat menggantikan barang impor.

"Tahun ini, produk barang dalam negeri yang telah dapat menggantikan barang impor meliputi ceramic screen, zirconium screen, pack off, dan gas lift valve yang merupakan komoditas Drilling Production. Semoga produk-produk ini, dapat meningkatkan nilai substitusi impor barang operasi migas di masa mendatang," jelas Tutuka.

Atas capaian tersebut, Tutuka mengapresiasi KKKS dan Produsen Dalam Negeri yang telah berkolaborasi dan bersinergi dalam penggunaan produk dalam negeri, serta memastikan produk dalam negeri mampu memenuhi spesifikasi, mutu dan kebutuhan operasi migas.

Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Mustafid Gunawan menambahkan adanya forum tersebut diharapkan dapat menjadi media pembentukan komitmen dan komunikasi seluruh komponen bangsa dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas.

"Forum apresiasi Prosusi pertama kali diselenggarakan pada 9 Desember 2022, di Yogyakarta. Forum tersebut menjadi media komunikasi dan kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong kegiatan substitusi barang impor dengan barang produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas," tambah Mustafid.

Saling Sinergis

Mustafid juga menambahkan Prosusi dan Progunadi merupakan program yang dibangun bersama sejak tahun 2019 oleh Direktorat Jenderal Migas, SKK Migas dan KKKS. Dimana program tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama di antara seluruh pelaku kegiatan usaha hulu migas terhadap kemampuan dan kehandalan produk dalam negeri.

Selain itu, program Prosusi dan Progunadi juga memberikan manfaat untuk menyempurnakan database Apresiasi Produk Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh Ditjen Migas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Serangan Udara Militer Hantam Sebuah Biara

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Udara Militer Hant...
Luar Negeri
Korut Waspadai Peningkatan ...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.