Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eugene Dubois, Penemu 'Manusia Jawa' yang Terlupakan

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Eugene Dubois, Penemu  'Manusia Jawa' yang Terlupakan Doc: ANTARA/Andreas Fitri

Pithecanthropus Erectusditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Fosil yang kemudian dinamakanHomo erectusatau Manusia Jawa ini sempat ditolak oleh seorang profesor etnologi di Leiden.

Di Indonesia, semua anak diajarkan mengenal siapa Marie Eugene François Thomas Dubois (Eugene Dubois), seorang paleoantropolog dan ahli geologi yang sangat berjasa. Tapi di negeri asalnya, Belanda, sosoknya hampir tidak dikenal, meski ia merupakan ilmuwan penting dalam teori evolusi.

Perjalanan yang dilakukan di Indonesia memiliki misi menemukan mata rantai yang hilang (missing link) antara kera dan manusia berdasarkan teori evolusi Darwin. Dalam misi yang dilakukan di Pulau Jawa, ia menemukan tengkorak yang hilang yang membantu dalam menjelaskan teori evolusi itu.

Setelah penemuannya yang gemilang di Jawa dan tanpa banyak dikenali banyak orang, dia membangun rumah pedesaan di dekat Roermond. Sebagai orang tua yang tidak dikenal, ia melakukan eksperimen ekologi. Di sana naturalis itu menyimpan tengkorak Jawa di brankas dengan dinding logam tahan api.

Dubois yang hidup antara 1858 hingga 1940 adalah putra apoteker dan juga walikota Eijsden, dekat Sint Pietersberg. Saat masih kecil, dia mencari bebatuan dan fosil di daerah tersebut serta tanaman obat bersama ayah dan saudara laki-lakinya, Victor.

Pada 1868 saat mendengar dari seorang guru bahwa ahli biologi Jerman, Karl Vogt, akan datang untuk memberikan ceramah tentang teori evolusi. Eugène ingin pergi ke ceramah itu, tetapi ayahnya menganggap dia masih terlalu muda.

Pada tahun terakhir sekolah menengahnya, ia amat ingin melanjutkan pelatihan kedokteran di bidang farmasi. Namun ternyata Dubois amat menguasai anatomi komparatif, berfokus pada asal-usul manusia, melepaskan kariernya sebagai ahli anatomi lalu memilih untuk tinggal bersama Anna dan putrinya, Eugenie, sebagai dokter tentara di Hindia Belanda pada tahun 1887.

Dubois awalnya ditempatkan di Sumatra. Karena tak menemukan apa yang dicarinya, dia meminta dipindahkan ke Jawa Timur. Keluarganya pergi ke Tulungagung, tempat Dubois pernah dirawat di rumah sakit setempat. Dia berteman dengan pemilik perkebunan Adam Prentice, yang darinya dia mendapat simpati atas obsesinya terhadap fosil.

Dubois, yang didukung secara finansial oleh pemerintah Belanda, melanjutkan pekerjaan arkeologinya. dan pada 1891, ia menemukan tengkorak dan geraham yang tidak normal di dekat Trinil di dasar tanah liat Sungai Solo, yang pastinya milik pendahuluHomo sapiens.

Karena tutup tengkoraknya menebal di atas mata, awalnya tampak seperti fosil penyu. Namun setelah menghilangkan lapisan tanah dengan bor gigi, barulah muncul gagasan tentang tengkorak. Setahun kemudian, tulang paha kiri ditemukan lima belas meter jauhnya.

Ia menulis bahwa tulang sepanjang itu tidak terdapat pada kera, tidak cocok untuk memanjat pohon, dan memiliki peran yang sama seperti pada tubuh manusia. Kini dapat dipastikan bahwa spesies ini berdiri tegak dan bergerak seperti manusia.

Dubois menyebut temuannyaPithecanthropus erectus. Sementara itu, ia juga telah menemukan teknik baru untuk mengukur fosil seakurat mungkin agar dapat dibandingkan dan memotretnya secara optimal, tanpa distorsi. Publikasinya tentang mata rantai yang hilang mendapat reaksi kritis, yang membuatnya sulit untuk diproses.

Sebelum kembali ke Belanda setelah dinas militer pada akhir 1895, Dubois mengunjungi penggalian di India utara karena di sana ditemukan fosil Siwalik. Dia melengkapi ekspedisinya dengan seekor gajah yang dipinjam dari maharaja setempat, tetapi tidak menemukan sesuatu yang aneh.

Diserang Kritikus

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.