Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Bonus Demografi, BRIN Tekankan Pentingnya Investasi Kesehatan Generasi Muda

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Bonus Demografi, BRIN Tekankan Pentingnya Investasi Kesehatan Generasi Muda Doc: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Ket. Arsip Foto - Penampilan pelajar pada acara peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan di SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

JAKARTA - Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indi Dharmayanti menekankan pentingnya investasi kesehatan pada generasi muda guna mengoptimalkan pemanfaatan bonus demografi.

Indonesia pada tahun 2030 hingga 2040 diperkirakan menghadapi bonus demografi, kondisi ketika proporsi penduduk usia produktif(15-64 tahun) lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif (65 tahun ke atas).

"Jika investasi kesehatan pada generasi muda tidak didukung, maka populasi usia produktif akan menjadi sebuah beban, bukan lagi menjadi aset negara," kata Indi dalam webinar bertajuk Kesehatan Jiwa Remaja Menyongsong Momentum Bonus Demografi 2030-2045 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (21/11).

Menurut dia, investasi kesehatan pada generasi muda mencakup pelaksanaan upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada remaja.

Indi mengemukakan bahwa pada masa remaja, individu mulai mengurangi ketergantungan psikologis kepada orang tua dan membentuk identitas sebagai orang dewasa.

Dalam kondisi yang demikian, dia mengatakan, remaja menjadi rentan berkonflik dengan keluarga, teman, dan lingkungan sosialnya.

Tekanan untuk menyesuaikan diri, upaya eksplorasi identitas, dan kesulitan-kesulitan yang muncul pada masa remaja, menurut dia, berisiko terhadap kondisi kesehatan jiwa.

"Remaja mungkin merasa bahwa harapan dari keluarga dan teman sebaya terlalu tinggi, sehingga menimbulkan perasaan stres dan putus asa," ia mencontohkan.

Apabila tidak ditangani dengan baik, maka masalah kesehatan jiwa pada remaja bisa berdampak pada produktivitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Wahyu Pudji Nugraheni mengatakan bahwa masalah kesehatan jiwa pada remaja berkaitan dengan faktor seperti depresi, kecemasan, stres, perundungan, dan kondisi keluarga.

Dia menyampaikan pentingnya promosi kesehatan jiwa serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan jiwa bagi remaja.

"Orang tua, guru, dan penyedia layanan kesehatan dapat memainkan peran penting dalam mengidentifikasi remaja yang rentan dan memberikan mereka dukungan serta sumber daya yang diperlukan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.