Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BKKBN Sebut ASI Eksklusif Dapat Bermanfaat sebagai KB Alami untuk Cegah Stunting

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BKKBN Sebut ASI Eksklusif Dapat Bermanfaat sebagai KB Alami untuk Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada pembukaan kelas tim pendamping keluarga (TPK) hebat seri keenam tahun 2023 di Jakarta pada Rabu (15/11/2023).

Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan dapat bermanfaat sebagai kontrasepsi atau KB alami untuk mencegah stunting.

"Ada KB alami dengan menyusui atau dikenal dengan metodeamenorelaktasi (MAL).Amenoreini artinya tidak menstruasi, sehingga seorang perempuan tidak hamil karena tidak memproduksi telur. Inilah hebatnya menyusui yang aktif," kata Hasto pada pembukaan kelas tim pendamping keluarga (TPK) hebat seri keenam tahun 2023 di Jakarta pada Rabu.

Ia menekankan bahwa TPK mesti mengetahui pentingnya ASI untuk KB alami, sehingga pengetahuan tersebut dapat disampaikan kemasyarakat, utamanya para ibu agar aktif dan tertib memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Dirinya juga menyarankan penggunaan KB pada ibu atau ayah setelah ibu selesai memberikan ASI eksklusif.

"Jadi selama enam bulan itu, entah menyusuinya dilakukan secara konsisten atau tidak, menstruasinya berhenti, setelah enam bulan terlewati, menstruasinya datang lagi. Maka kalau tidak KB, 25 persen kemungkinannya hamil, kalau ada suami tentunya ya," ujarnya.

Dia menyampaikan data di Indonesia, saat ini ada ibu melahirkan sekitar 4,5 juta jiwa, sedangkan yang ber-KB baru sekitar 30 persen.

"Baru sepertiganya yang langsung KB. Maka pesan saya kepada tim pendamping keluarga, biar ASI-nya sukses sampai dua tahun, tolonglah (mengedukasi) cegah kehamilan ini, karena kalau tidak, bisa berbahaya karena anak bisa lahir dengan risiko stunting," tuturnya.

Ia menegaskan, ASI eksklusif sangat efektif menurunkan stunting, karena sudah sesuai dengan standar ideal (golden standard) yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Adapun tiga standar ASI menurut WHO tersebut yakni pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir sampai usia enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) mulai usia enam bulan; dan lanjutan pemberian ASI sampai bayi berusia dua tahun atau lebih.

Pemberian ASI eksklusif (bayi diberikan ASI saja tanpa tambahan apapun) pada bayi usia 0-6 bulan sangat penting tidak hanya untuk meningkatkan status gizi, tetapi juga untuk kelangsungan hidup(survival) bayi.

"Kepada tim pendamping keluarga, kalau memprovokasi tetangga, ayolah diberikan edukasi kalau jarak melahirkan itu lebih baik dibuat tiga tahun. Melahirkan berjarak dari kelahiran yg satu dengan selanjutnya dapat mencegah stunting," paparnya.

Ia juga menegaskan agar seluruh TPK memahami dengan betul pentingnya menghindari 4T, yaitu terlalu muda usia perkawinan, terlalu sering hamil, terlalu dekat jarak kehamilan terlalu banyak anak.

"Dua anak saja lebih sehat," ucap Hasto.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Rahmah Housniati mengatakan bahwa komposisi ASI dapat berubah sesuai dengan kebutuhan anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.