Pelindo Pacu Pembangunan KEK di Jawa Timur
📅 Rabu, 15 Nov 2023, 10:54 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - PT Pelindo (Persero) terus mengembangkan kawasan industri terpadu di berbagai penjuru Nusantara. Salah satunya Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur.
JIIPE dikelola PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) yang merupakan usaha patungan antara Pelindo dengan PT AKR Corporindo Tbk, dengan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen dan 60 persen. "JIIPE merupakan bagian dari strategi PT Pelindo mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan," kata Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/11).
Dia menambahkan integrasi itu menyelesaikan berbagai masalah konektivitas antara kawasan industri dengan pelabuhan seperti delays trucking, keterbatasan moda transportasi, waktu tempuh yang tinggi, dan keterbatasan infrastruktur jalan.
Dibangun sejak 2012, JIIPE resmi ditetapkan sebagai KEK) melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2021 tertanggal 28 Juni 2021. Kawasan dengan luas total 3.000 hektare (ha) ini, terdiri dari pengembangan kawasan industri seluas 1.761 ha dan pelabuhan seluas 406 ha dimana kedua area tersebut merupakan KEK dengan didukung kawasan residensial seluas 800 ha.
Pelabuhan JIIPE memiliki kemampuan untuk menampung kapal hingga 100 ribu DWT. Tak hanya iti, kawasan JIIPE nantinya juga terhubung dengan akses tol, yaitu tol Surabaya-Manyar dan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang akan terintegrasi Tol Trans Jawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Infrastruktur Pendukung
Sebelumnya, Direktur HR dan Logistik PT BKMS Agung P Guritno menyatakan, tak hanya akses jalan dan berbagai infrastruktur seperti air, jaringan gas, dan listrik yang sudah dan sedang dibangun di JIIPE.
Sejak ditetapkan sebagai KEK, kata Agung, investasi yang masuk ke JIIPE sudah mencapai sekitar 52 triliun rupiah dan akan terus meningkat seiring pengembangan kawasan. "Pemerintah menargetkan kami investasi asing (Foreign Direct Investment) sebesar 16 miliar dollar AS atau sekitar 250 triliun rupiah," ujar Agung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pencapaian target diawali dengan masuknya fasilitas pengolahan hasil tambang atau smelter milik PT Freeport Indonesia. Sebagai bagian dari program hilirisasi industri pemerintah, Freeport menjadi anchor tenant JIIPE dengan lahan seluas 100 ha. Sampai akhir Agustus 2023, pembangunan pabrik tersebut sudah mencapai 76 persen. Freeport bergegas mengejar permintaan Presiden Joko Widodo agar pabrik ini sudah beroperasi pada Mei 2024.
Pabrik smelter Freeport yang dibangun dengan investasi 3 miliar dollar AS merupakan salah satu dari 21 perusahaan yang bergabung di JIIPE. Semenjak JIIPE dikukuhkan sebagai KEK, lima tenan besar telah bergabung dan diharapkan dapat memacu minat para investor asing selanjutnya untuk berinvestasi di KEK Gresik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!