Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampung Eduwisata Bhinneka, Ruang Hijau di Tengah Rimba Beton Ibu Kota

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 16:36 WIB | Oleh:
Kampung Eduwisata Bhinneka, Ruang Hijau di Tengah Rimba Beton Ibu Kota Doc: ANTARA/Cahya Sari.
Ket. Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Joko Sarjono mengecek tanaman yang terdapat di Kampung Eduwisata Bhinneka, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

JAKARTA -- Berkunjung ke DKI Jakarta, yang terbayang di pikiran kebanyakan orang adalah debu, panas, polusi, kemacetan, gedung-gedung pencakar langit dan masalah sampah yang tak kunjung usai.

Itulah beberapa tanggapan spontan dilontarkan sejumlah masyarakat dari wilayah penyangga Jakarta yang hampir setiap hari berangkat ke Jakarta untuk bekerja maupun yang datang sekadar singgah bermain.

Memang tak bisa dipungkiri ibu kota identik dengan hal-hal tersebut. Namun begitu, tak semuanya wilayah seperti gambaran dan deskripsi tersebut.

Di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran,Jakarta Pusat, misalnya,pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan berbeda. Di RT 14/RW 06 kelurahan ini terdapat Kampung Eduwisata Bhinneka seluas 11.000 meter persegi yang terhampar dengan kehijauan dan keasriannya di tengah rimba beton ibu kota.

Area itu menghadirkan ruang terbuka hijau seluas 2.890 meter persegi dengan pembagian areal berupa bank sampah, gedung serba guna, taman aneka tanaman hias, lapangan olah raga, kebun bhinneka dan kolam gizi, kebun rosella, taman bermain nanda ceria, kebun bibit, serta aneka sayuran dan kolam ikan.

Pepohonan rimbun, tanaman hias yang tumbuh subur, udara serta suasana segarseakan menyambut kedatangan para tamu yang menginjakkan kaki di wilayah ini. Kampung Eduwisata Bhinneka ini tak pernah sepi, setiap pekan selalu saja ada yang datang berkunjung.

Tak hanya peserta didik, sejumlah organisasi, dan jajaran pemerintahan dalam negeri saja yang berkunjung, tetapi juga para tamu dari berbagai negara.

Contohnya, tamu dari Universitas Korea Selatan Hyung Hee, perwakilan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Seatle USA, peserta studi banding dari International Society of Sustainability Professional (ISSP) dari Portland, Oregon Amerika Serikat, hingga Konsultan Accounting Tokyo Jepang.

Kampung Eduwisata Bhinneka sendiri merupakan wahana pendidikan dan pariwisata yang dibangun dengan mengutamakan kebersamaan, persatuan tanpa perbedaan ras, suku dan agama.

Kampung ini didesain khusus sebagai wisata untuk memenuhi kapasitas ilmu pengetahuan para pelajar dalam mengisi wawasan kebangsaan melalui kegiatan perjalanan, mengenal wilayah dan potensi sumber daya lokal antar kabupaten, provinsi serta antar pulau di Indonesia.

Sejarah Kampung Eduwisata Bhinneka

Nama Kemayoran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jakarta khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya. Masyarakat tanah air cukup mengenal nama tersebut karena sempat menjadi pintu gerbang masuk dan keluarnya semua kalangan untuk melakukan perjalanan domestik maupun mancanegara menggunakan pesawat terbang.

Pemerintah kolonial Belanda pada 1934 membangun bandar udara (Bandara) Kemayoran. Sejak resmi beroperasi pada 1940 bandara tersebut menjadi bandara tersibuk di Indonesia, sebelum akhirnya pada 1985 dipindahkan ke Kota Tangerang, Banten, menjadi Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Apalagi bagi kalangan pemimpin dunia ketika itu, Kemayoran seolah akrab di telinga mereka sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) I tahun 1955 di Bandung. Sehingga tak heran, Kemayoran menjadi terkenal sampai ke mancanegara dan pemimpin dunia di sejumlah negara juga tidak asing dengan lokasi ini.

Bandara internasional ini mengundang perhatian masyarakat perantau dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, NTT dan NTB, serta daerah lainnya untuk berdatangan ke Kemayoran mencari peluang, bahkan ada pula bangsa lain.

Di tahun 2015, Kemayoran tumbuh dengan pesat. Kecamatan Kemayoran terdiri dari 8 kelurahan, 77 RW dan 987 RT, sedangkan kelurahan yang tercatat di Kemayoranadalah Harapan Mulya, Cempaka Baru, Sumur Batu, Serdang, Utan Panjang, Kebon Kosong, Kemayoran, dan Gunung Sahari Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

32 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.