Kampung Eduwisata Bhinneka, Ruang Hijau di Tengah Rimba Beton Ibu Kota
📅 Selasa, 14 Nov 2023, 16:36 WIB | Oleh: SujarKelurahan terluas di wilayah ini ada di kelurahan Gunung Sahari Selatan, dengan wilayah mencapai 1,53 kilometer persegi atau 21,11 persen dari luas wilayah Kecamatan Kemayoran yakni 7,25 kilometer persegi. Sementara jumlah penduduk menurut data BPS Jakarta Pusat tahun 2015 lalu, sekitar 222.309 orang.
Dengan mulai beroperasinya Bandara Internasional Kemayoranmaka turut dibangun pula komplek perumahan Angkasa Pura dan Ditjen Perhubungan Udara Apron Timur RT 14/ RW 06 Kelurahan Kebon Kosong. Walaupun pada tahun 1985 bandar udara tersebut dipindahkan, keberadaan komplek perumahan Apron Timur masih ada hingga kini.
Bisa dikatakan penghuni komplek tersebut merupakan pegawai-pegawai yang ikut melancarkan operasional Bandar Udara Internasional Kemayoran hingga Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Komplek Angkasa Pura Blok PQRS Kemayoran Jakarta Pusat, merupakan satu RT yaitu RT 014/ RW 06 mempunyai luas lahan 11.000 meter persegi yang terdiri dari 64 rumah. Sekitar tahun 1980-1990 banyak lahan kosong di sekitar komplek yang merupakan tanah rawa dan tidak termanfaatkan.
Berawal dari rasa ingin terus terbinanya kebersamaan dan persatuan antarsesama warga di komplek tersebut, maka Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan, Joko Sarjono,menggagas terciptanya Kampung Eduwisata Bhinneka. Lelaki paruh baya tersebut dulunya juga merupakan karyawan dari PT Angkasa Pura di Bandara Kemayoran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kampung Bhinneka akhirnya diciptakan sebagai sarana dan prasarana untuk komunikasi yang efektif agar terbinanya hubungan yang harmonis sesama warga dengan melakukan kegiatan yang sehat dan positif.
Kampung wisata ini berkonsep edukasi masyarakat tentang lingkungan hidup dengan inovasi sebuah kampung tematik untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar, utamanya pada peningkatan kualitas rumah tinggal warga dan prasarana dasar permukiman.
Selain itu, kampung wisata sengaja dihadirkan dalam rangka mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca dengan upaya- upaya adaptasi dan mitigasi di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Edukasi wisata
Melihat rindangnya pepohonan, aneka ragam tanaman obat-obatan dan tanaman hias tersusun rapi, serta kebersihan kawasan yang begitu terjaga, rasanya tak pernah menyangka bahwa kawasan Kampung Eduwisata Bhinneka dulunya adalah tanah rawa dengan tumpukan sampah di dalamnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memasuki wilayah ini, pertama kali pengunjung akan disuguhi dengan bank sampah. Edukasi diberikan terkait cara pemilahan jenis-jenis sampah yakni organik, anorganik, dan sampah berbahaya atau jenis beracun.
Sampah anorganik bisa diolah menjadi barang-barang rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat, seperti tempat tisu, celengan, keset kaki, wadah minuman, tas, dan lainnya.
Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan sebagian digunakan untuk peternakan magot.
Selain itu, limbah cair yang berupa minyak jelantah dikumpulkan dan dijual ke perusahaan pengekspor minyak jelantah sebagai bahan dasar pengolahan biodiesel. Dalam satu liter minyak jelantah dihargai Rp4.000. Besaran rupiah ini tidak seberapa banyak, namun manfaat yang didapat begitu besar bagi kelestarian lingkungan.
Di area ini juga terdapat edukasi mengenai budi daya tanaman dengan cara konvensional dan juga hidroponik. Kampung Eduwisata Bhinneka mempunyai sawah mini dengan ukuran 16 meter persegi, pengunjung bisa merasakan sensasi bertani di sawah layaknya para petani sungguhan di pedesaan.
Beranjak sedikit dari lokasi pertanian konvensional, berikutnya terdapat rangkaian urban farming dengan metode hidroponik. Kegiatan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pengunjung bahwa bercocok tanam tidak mesti harus di tanah. Walaupun tidak memiliki lahan yang luas, namun masih dapat menanam melalui pot-pot kecil tetapi juga bisa dengan cara modern.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!