Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Red Asia Inc Jembatani Kesenjangan Dunia Bisnis dengan Teknologi AI

📅 Senin, 13 Nov 2023, 20:29 WIB | Oleh:
Red Asia Inc Jembatani Kesenjangan Dunia Bisnis dengan Teknologi AI Doc: istimewa
Ket. AI

JAKARTA - IBM Global AI Adoption Index 2022 melaporkan, proporsi perusahaan yang mengadopsi kecerdasan buatan (AI) pada 2022 mencapai lebih dari dua kali lipat sejak 2017. Dalam beberapa tahun terakhir menurut McKinsey, tingkat adopsinya antara 50 persen dan 60 persen.

Dari organisasi yang telah mengadopsi AI melaporkan penurunan biaya yang berarti dan peningkatan pendapatan. Rencana jangka panjang kini jelas, yaitu empat dari lima perusahaan saat ini berencana untuk menggunakan AI.

Untuk menjembatani kesenjangan antara dunia bisnis dengan penyedia teknologi AI,RED Asia Inc, sebuahgrup Pemasaran Digital dan Teknologi di Indonesia, mengumumkan terobosan dan inisiatif terbaru dengan nama RED AI (Ready to Evolve and Disrupt with AI)For Indonesia. Hal ini dilakukan berbekal pengalaman dalam industri pemasaran digital selama lebih dari dua dekade, dengan dukungan mitra unggulannya seperti Redcomm, Salt dan Insignia.

RED AIfor Indonesiabertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara bisnis di Indonesia dan teknologi AI, dengan menawarkan piranti dan solusi yang dapat diakses untuk merevolusi bagaimana pasar lokal mengembangkan bisnisnya. Inisiatif dan terobosan dari RED Asia Inc ini mencakup peluncuran tiga teknologi AI, satu layanan baru untuk transformasi bisnis dengan AI, dan satu program pendanaan untuk akselerasi yang khusus ditawarkan startup berbasis AI di Indonesia.

"Hal ini merupakan bentuk komitmen perusahaan di bawah naungan Red Asia Inc dalam membantu bisnis di Indonesia memenangkan pasar yang tidak hanya di level lokal tapi juga global dengan bantuan AI," kata Managing Partner Red Asia Inc., Damon Hakim melalui siaran pers Senin (13/11).

Ia menambahkan, inisiatif RED AI for Indonesiamerupakan perwujudan komitmen perusahaan untuk mendorong inovasi dan transformasi digital dalam lanskap bisnis di Indonesia agar bisa bersaing bahkan di tingkat global. Dengan pemahaman mendalam yang dimiliki tentang pasar dan kemampuan teknologi sebagai grup pemasaran digital dan teknologi yang integratif dan terlengkap di Indonesia, siap memimpin perubahan paradigma ini menuju masa depan yang menggabungkan kapasitas dan kreatifitas manusia dengan AI.

Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengatakan, industri AI merupakan industri yang sangat dicari dan diterapkan di hampir semua ekosistem industri. Data dari World Economic Forum menyebutkan AI merupakan satu dari lima teknologi yang akan diterapkan di sebagian perusahaan, baik yang berbasis teknologi ataupun industri manufaktur.

"Belanja untuk AI juga meningkat hingga 26 persen per tahun hingga tahun 2026. Hal tersebut ditunjang dengan kenaikan penetrasi internet yang masif dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan AI akan semakin masif. Inisiatif pihak-pihak terkait juga akan mengakselerasi peningkatan penggunaan AI sehingga akan semakin menimbulkan manfaat secara ekonomi," ujar dia.

RED AIFor Indonesia ,bersama dengan perusahaan-perusahaan andalan di bawah bendera Red Asia Inc, telah mempersiapkan layanan dan produk teknologi AI yang akan mendukung kinerja bisnis. Bersama Salt menghadirkan Saltx.ai untuk memimpin dalam transformasi yang didukung AI dan meningkatkan pertumbuhan kinerja bisnismelalui integrasi AI.

"Solusi-solusi dari Salt dirancang untuk meningkatkan alur pendapatan, meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, mendorong proses pengambilan keputusan berdasarkan data, dan meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) secara keseluruhan," kata Damon.

Prinsip panduan Saltx.ai terangkum dalam moto "Al First, Human Assisted". "Di era pertumbuhan teknologi, bisnis di Indonesia harus terus bertransformasi.SALTX.AIhadir untuk mendukung transformasi ini dengan teknologi AI," jelas Marco Widjojo, CEO & Co-Founder Salt.

Bersama Insignia memperkenalkan Insignia IQ, sebuah pusat manajemen data yang didukung oleh tenaga AI yang dengan mudah menghubungkan berbagai sumber data, mengubah format, dan memastikan kualitas data murni. Semuanya dilakukan melalui platform tunggal yang disempurnakan dengan Al.

Insignia IQ, menghasilkanpengetahuan dalam bentuk narasi, mengubah kumpulan data yang kompleks menjadi cerita yang mudah dipahami. Dirancang untuk pengguna dengan beragam tingkat keahlian, Insignia IQ, memastikan wawasan berbasis data dapat diakses untuk kemudian ditindaklanjuti, dan bersifat universal.

"Pengguna dapat merasakan pengalaman yang mulus di mana data menjadi lebih dari sekedar angka - data juga berbicara. Melalui Insignia IQ, perusahaan dapat meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan data, mengubah data yang kompleks menjadi wawasan yang mudah dimengerti untuk digunakan oleh semua orang," ujar Direktur Insignia, Richard Ho.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.