Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Kejar Pendapatan Pajak

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Kejar Pendapatan Pajak Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Unit hunian vertikal kian menjamur di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan memberlakukan sistem sewa harian berdampak pada penurunan omzet sekaligus penerimaan pajak dari sektor perhotelan.

BEKASI - Untuk membiayai percepatan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengejar pendapatan asli daerah dari sejumlah sektor pajak. "Penerimaan pajak yang masih rendah adalah sektor perhotelan, hiburan, dan parkir," kata Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Kabupaten Bekasi, Jenal Aca di Cikarang.

Dia mengatakan, penerimaan pajak perhotelan baru mencapai 25 miliar atau 46 persen dari target 55 miliar. Sejumlah faktor turut berpengaruh terhadap minim penerimaan pajak sektor perhotelan antara lain kondisi okupansi yang sepi. Juga persaingan dengan penyewaan hunian vertikal yang makin subur di Kabupaten Bekasi.

Jenal berencana mendata dan menyaring hunian vertikal yang memberlakukan sistem sewa harian sebagaimana dilakukan hotel agar dapat ditarik pajak. "Jadi aturan terkait apartemen ini memang memiliki perbedaan yang perlu diperhatikan. Kami masih merumuskan supaya ada dasar regulasi untuk penarikan pajak dari apartemen tersebut," ucapnya.

Kemudian sektor hiburan dan parkir dikarenakan Kabupaten Bekasi masih minim dalam jumlah pusat perbelanjaan, meski ke depan diakui bakal memiliki potensi pajak besar setelah pembukaan AEON Mal Kota Deltamas nanti.

Jenal meyakini target pajak daerah secara keseluruhan dapat tercapai pada akhir tahun, meski beberapa sektor masih rendah menyumbang pajak. Terlebih dari total target 2,4 triliun, sudah tercapai 1,8 triliun atau 78 persen.

"Pajak daerah sangat menunjang pembangunan daerah. Maka, kami mengimbau seluruh wajib pajak menjadi warga negara bijak dan patuh. Pajak yang dibayarkan akan kembali ke daerah untuk mengoptimalkan pembangunan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.