Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gara-gara Sampah, Pompa Air Milik Pemkot Jakbar Rusak

📅 Senin, 06 Nov 2023, 15:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gara-gara Sampah, Pompa Air Milik Pemkot Jakbar Rusak Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Pompa air milik Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Senin (6/11/2023).

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyebut, sampah masyarakat yang dibuang ke badan air, dapat menghambat bahkan merusak kinerja pompa air.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakbar Purwanti Suryandari di Jakarta, Senin (6/11), menjelaskan bahwa sampah-sampah yang masuk ke dalam baling-baling pompa air dapat menghentikan dan merusak bagian penggerak utama pompa air tersebut.

"Pompa sebagus apa pun, kalau udah penuh dengan sampah, dia pasti akan rusak. Kadang-kadang sampah itu sebabkan baling-baling patah. Saat perbaikan tak cukup sehari, tetapi minimal dua hari," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, sebagai salah satu sarana utama dalam antisipasi banjir, peran pompa air sangat vital dan jika merusak kinerja pompa dapat mengurangi kinerja penanganan atau antisipasi banjir.

"Jika pompa rusak, maka saluran jadi mampet dan warga harus sadar, kalau selama ini kerusakan pompa itu kebanyakan oleh sampah," kata Purwanti.

Lebih lanjut, kata Purwanti, sampah-sampah dominan yang berpotensi merusak pompa air adalah ban bekas, kayu dan juga celana jeans.

"Sampah yang masuk kayu, balok, bahkan kadang-kadang ada ban motor. Ada juga itu celana jin karena panjang, dia melilit. Susah perbaikannnya, apalagi kalau patah," katanya.

Purwanti menyebutkan, ketika memasuki musim hujan biasanya hingga dua fasilitas pompa yang rusak akibat sampah.

"Biasanya kalau misalnya udah musim hujan gitu kan, itu pasti ada, satu atau dua, rusak (akibat sampah)," kata Purwanti.

Hingga kini, Purwanti memastikan semua fasilitas pompa Sudin SDA Jakbar masih fungsional dan siap dioperasikan untuk mengantisipasi banjir.

"Kalau sekarang kita 100 persen sudah siap. Kita ada 138 pompa tetap dan sekitar 70 pompa portabel di delapan kecamatan," kata Purwanti.

Dari 70 pompa itu, kata Purwanti, sekitar 50 pompa ditempatkan di pinggir-pinggir jalan yang rawan banjir.

"Sekitar 20-an kita siaga untuk 'backup' (mendukung) pompa-pompa tetap tadi," kata Purwanti.

Ia meminta masyarakat untuk bekerja sama dengan tidak membuang sampah ke badan air, seperti kali, saluran air, got dan badan air lainnya.

"Semoga warga semakin sadar, jika kerusakan pompa itu kebanyakan oleh sampah. Makanya tidak buang sampah sembarangan, tidak buang sampah ke badan air," kata Purwanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.