Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baku Tembak Pecah di Sebuah Pasar di Sudan, Lebih dari 20 Warga Sipil Tewas

📅 Senin, 06 Nov 2023, 10:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Baku Tembak Pecah di Sebuah Pasar di Sudan, Lebih dari 20 Warga Sipil Tewas Doc: AFP/Getty
Ket. Warga Sudan telah menderita lebih dari setengah tahun ketika para jenderal bersaing dan berperang.

JAKARTA - Lebih dari 20 orang tewas pada Minggu (5/11) setelah peluru menghantam sebuah pasar di pinggiran ibu kota Sudan, Khartoum, kata kelompok pengacara pro-demokrasi dalam sebuah pernyataan.

Ini adalah pertumpahan darah terbaru dalam pertempuran sejak April antara pasukan panglima militer Abdel Fattah al-Burhan dan mantan wakilnya Mohamed Hamdan Dagalo, yang memimpin Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter.

"Karena meningkatnya bentrokan antara kedua pihak dan baku tembak tanpa pandang bulu dari kedua belah pihak, banyak peluru jatuh di distrik (15) Lingkungan Al-Thawra Omdurman, menewaskan lebih dari 20 warga dan melukai lainnya," kata Pengacara Darurat Sudan, sebuah kelompok non-pemerintah, dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Minggu (5/11).

Kelompok ini meminta pertanggungjawaban SAF dan RSF karena mereka terus berperang di daerah berpenduduk. Pernyataan tersebut menyerukan kedua belah pihak untuk menghentikan perang dan mencari penyelesaian konflik secara damai.

Kelompok tersebut tidak menyebutkan kapan warga sipil tersebut dibunuh, namun Ruang Gawat Darurat di lingkungan Al-Thawra, sebuah kelompok populer setempat, mengatakan pemboman tersebut terjadi pada hari Sabtu.

"Telah dipastikan bahwa lebih dari 15 warga sipil tewas di distrik 15 lingkungan Al-Thawra akibat penembakan terhadap rumah mereka," kata ruang gawat darurat dalam sebuah pernyataan pada Minggu.

Bentrokan mematikan telah terjadi antara SAF dan RSF di Khartoum dan daerah lain sejak 15 April, menewaskan hingga 9.000 orang, memaksa lebih dari 5,6 juta orang mengungsi, dan menyebabkan 25 juta orang membutuhkan bantuan, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB. untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths dalam pernyataannya pada 15 Oktober.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.