Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

50 Persen Keanekaragaman Hayati Indonesia Ada di Papua

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
50 Persen Keanekaragaman Hayati Indonesia Ada di Papua Doc: ANTARA/HO/Dokumen Pribadi
Ket. Akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih Daawia.

JAYAPURA - Akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih, Daawia mengemukakan bahwa Tanah Papua menyumbangkan 50 persen keanekaragaman hayati di Indonesia.

Dengan dimilikinya kekayaan spesies, Indonesia masuk dalam negara dengan julukan Megadiversitas.

"Papua juga merupakan wilayah terakhir di bumi yang memiliki kehidupan liar (the last wildeness area in the world), sehingga kita harus bangga dan memelihara alam Papua dengan baik," kata Daawia kepada Antara di Jayapura, Minggu (5/11).

Dosen yang mengajar Entomology, Biologi Dasar, Pengetahuan Lingkungan, Entomology Kesehatan dan Hortikultura Fakultas MIPA Uncen itu mengatakan di Tanah Papua memiliki sekitar 50 daerah konservasi, namun perlu diperketat dan diawasi, karena banyak pelanggaran yang terjadi di daerah konservasi seperti perburuan atau penebangan pohon.

Penegakan aturan agar perburuan hewan-hewan yang dilindungi dan penebangan hutan di daerah konservasi dijatuhi hukuman.

Selain itu, juga harus dilakukan edukasi dengan memasukkan keanekaragaman hayati ke dalam kurikulum sekolah, mulai taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi (PT), sehingga generasi muda disiapkan sejak awal dalam pelestarian alam dan keanekaragaman hayati Tanah Papua.

Menurut dia, perlu ada sarana perlindungan flora dan fauna secara exsitu, misalnya kebun kehati (keanekaragaman hayati) yang dapat dibuat secara tematik, seperti kebun anggrek, kebun kupu-kupu, kebun flora, kebun fauna langka, dan kebun etnobotani.

"Keberadaan kebun tematik ini dapat menyediakan tanaman yang biasanya digunakan sekitar 250 suku di Tanah Papua sebagai tanaman obat tradisional, pangan tradisional, untuk upacara adat, untuk melukis, bahan bangunan rumah tradisional, pewarna alami, dan tanaman untuk membuat noken," ujarnya.

Ia mengatakan dengan adanya tempat perlindungan flora dan fauna, dapat digunakan para pelajar dan mahasiswa maupun peneliti sebagai pusat edukasi dan tempat penelitian flora dan fauna Papua.

Apalagi, keanekaragaman hayati Papua yang kaya dan sekitar 80 persen diantaranya endemik, karena hanya ditemukan di Papua, contohnya terdapat sekitar 3000 spesies anggrek dan 1000 spesies kupu-kupu.

Ia mengemukakan fauna di Papua yang terancam punah, di antaranya kanguru pohon mantel emas, labi-labi moncong babi, hiu karpet berbintik, kasuari gelambir tunggal, kasuari kerdil, burung mambruk, dan burung cenderawasih.

Tanah Papua terdiri atas enam provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.