Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKKBN Luncurkan Alat Permainan Edukasi untuk Anak

📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 03:00 WIB | Oleh:
BKKBN Luncurkan Alat  Permainan Edukasi untuk Anak Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Peluncuran Kartu Kembang Anak versi baru di kantor BKKBN, Jakarta, pada Kamis (2/11).

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan alat permainan edukasi baru untuk anak. Alat permainan tersebut akan mengoptimalkan delapan fungsi keluarga dalam rangka memaksimalkan tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak.

"Alat permainan edukatif ini disampaikan oleh kader keluarga berencana (KB) kepada keluarga di tingkat kabupaten dan kota, sehingga dapat meningkatkan peran serta orang tua dalam membentuk anak-anak Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia," ujar Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, dalam peluncuran APE dan Fungsi Keluarga, di Jakarta, Jumat (3/11).

Nopian menerangkan, delapan fungsi keluarga tersebut yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Nilai-nilai tersebut diselaraskan dengan ideologi Pancasila.

"Jadi memuat juga nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan diwujudkan dalam bentuk alat permainan edukatif untuk mempermudah pemahaman dan aplikasi karakter keseharian keluarga Indonesia," jelasnya.

Dia menuturkan alat permainan terdiri dari papan permainan, buku panduan, dan kartu karakter. Terdapat juga kartu aktivitas yang meliputi usia masa kehamilan sebanyak delapan pasang kartu, usia 0-1 tahun sebanyak 10 pasang kartu, usia 1-3 tahun sebanyak delapan pasang kartu, dan usia 3-6 tahun sebanyak 16 pasang kartu.

Nantinya, bentuk permainan dapat dilakukan oleh para ibu saat berada di kelompok binaan keluarga balita. Alat permainan edukasi ini akan disampaikan oleh pengelola Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader kepada keluarga.

Nopian mengatakan permainan edukatif ini juga dapat meningkatkan peran orang tua dalam rangka mewujudkan ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga adalah komponen terpenting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan, sehingga peran orang tua dalam mendidik anak menjadi penting.

"Apa yang diperlihatkan anak itulah cerminan dari keluarganya. Ketika cinta kasih didapatkan penuh di dalam keluarga, maka perkembangan anak akan lebih maksimal," katanya.

Nilai Pancasila

Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP, Muhani, menambahkan nilai-nilai yang ada dalam delapan fungsi keluarga sudah sesuai dengan kelima sila dalam Pancasila. Salah satunya yang berkaitan dengan mencegah pernikahan dini.

"Sebagian masyarakat yang beragama Islam masih percaya bahwa pernikahan itu untuk menghindari zina, padahal dalam Islam juga disebutkan kalau menikah itu harus sudah siap," ucapnya.

Muhani menekankan nilai-nilai Pancasila dan agama selalu berkaitan satu sama lain, sehingga dapat saling melengkapi. Menurutnya, Pancasila sumber dari segala sumber hukum.

"Delapan fungsi keluarga dan kelima sila dalam Pancasila bisa dijalankan beriringan," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.