Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat, Dipengaruhi Sinyal Positif Pasar terhadap Aset Berisiko

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 10:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Menguat, Dipengaruhi Sinyal Positif Pasar terhadap Aset Berisiko Doc: ANTARA/RENO ESNIR
Ket. Arsip foto - Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (3/11) pagi menguat sebesar 0,19 persen atau 30 poin menjadi Rp15.825 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.855 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi sinyal positif pasar terhadap aset berisiko.

"Minat pasar terhadap aset berisiko terlihat positif pagi ini. Indeks saham Asia bergerak naik pagi ini mengikuti kenaikan indeks saham AS dan Eropa semalam. Hal ini bisa mendukung penguatan rupiah sebagairiskasset terhadap dolar AS hari ini," kata dia ketika dihubungi Antara, Jakarta, Jumat (3/11) .

Selain itu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih menurun turut memberikan dukungan untuk penguatan rupiah terhadap dolar AS. Pada hari ini,yieldtenor 10 tahun sudah berada di kisaran 4,66 persen dari sebelumnya bergerak di atas 4,7 persen.

Selanjutnya, dengan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang tidak terlaluhawkishdan tidak adanya hal baru dalam rapat kebijakan moneter AS tersebut, pasar kembali masuk ke aset berisiko untuk sementara.

"Mengapa sementara? Karena The Fed tidak mengesampingkan kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuannya lagi. Inflasi AS masih belum turun ke target 2 persen dan ekonomi AS terlihat masih solid," ungkap Ariston.

Semalam, rilis data Pesanan Pabrik (Factory Orders) AS bulan September 2023 juga mengalami kenaikan 2,8 persen, lebih bagus dari kenaikan bulan sebelumnya 1,0 persen. Artinya, sentimen kenaikan suku bunga atau suku bunga tinggi bisa kembali membayangi pasar keuangan.

Apalagi, konflik yang berlangsung di antara Palestina dengan rezim Israel dan Rusia dengan Ukraina masih berlangsung, sehingga masih ada potensi pelaku pasar masuk lagi ke aset dolar AS.

Malam ini, pemerintah AS akan merilis data penting terkait sekumpulan data tenaga kerja seperti Non Farm Payrolls dan tingkat pengangguran dan tingkat upah per jam, sehingga pasar mungkin mengantisipasi guna menahan pelemahan dolar AS sebelum data penting itu dirilis.

Melihat pengaruh dari sentimen dalam negeri, Ariston menilai data perekonomian domestik masih baik. Hal ini mampu memberikan sentimen positif ke rupiah, asal sentimen eksternal tak mendominasi sentimen pasar.

"Hari ini, potensi penguatan rupiah ke arah Rp15.800-Rp15.830, dengan potensi resisten di kisaran Rp15.900," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.