Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Minta Penanganan 'Stunting' Tidak Terlambat

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 03:20 WIB | Oleh:
Menkes Minta Penanganan 'Stunting' Tidak Terlambat Doc: ANTARA/Sean Muhamad
Ket. Tangkapan layar Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, dalam peluncuran Gerakan Anak Sehat yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (31/10).

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar penanganan stunting tidak terlambat. Menurutnya, stunting merupakan penyakit gizi kronis yang sulit sembuh jika terlambat ditangani.

"Ini penyakit gizi kronis kayak kanker jangan telat. Kemungkinan sembuh kecil jika terlambat. Jadi harus dicegah," ujar Menkes, dalam Gerakan Anak Sehat: Bersama Cegah Stunting, di Jakarta, Selasa (31/10).

Dia menerangkan, pencegahan stunting bisa dilakukan dengan rutin setiap bulan mengecek berat dan tinggi badan bayi. Jika tidak ada peningkatan, maka bayi tersebut harus segera dikirim ke Puskesmas.

"Dicek penyakitnya, kalau tidak ada penyakit harus diberi makanan tambahan isinya protein hewani penting untuk perkembangan otak," jelasnya.

Budi mengungkapkan, penanganan stunting menjadi penting karena tidak hanya terkait dengan kesehatan, tapi juga pendidikan. Kedua hal tersebut merupakan penentu kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dia menambahkan, kualitas SDM penting agar Indonesia terlepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap. Adapun salah satu syaratnya Indonesia harus mampu meningkatkan pendapatan rata-rata masyarakat menjadi 15 juta rupiah per bulan.

"Itu ada satu waktu, periode hampir semua negara bisa loncat ke negara maju, lewat rata-rata income-nya di periode bonus demografi terjadi. Bonus demografi Indonesia terjadi tahun 2030 dan kalau itu lewat, sulit jadi negara maju," katanya.

Menkes menekankan, stunting harus menjadi gerakan seperti vaksinasi Covid-19. Keberhasilannya sangat ditentukan juga melalui keterlibatan aktif masyarakat.

"Tidak mungkin stunting dijalankan sendiri, harus bersama-bersama. Tidak bisa ekslusif milik pemerintah, semua orang harus diajak. Tidak bisa membangun pendekatan program pemerintah," tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen pada 2022. Pemerintah menargetkan penurunan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.