Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Apurva Kempinski Bali Hadirkan Kuliner dari Era majapahit

📅 Senin, 30 Okt 2023, 20:44 WIB | Oleh:
The Apurva Kempinski Bali Hadirkan Kuliner dari Era majapahit Doc: istimewa
Ket. dining

JAKARTA - Sebagai penghormatan atas inspirasi Kerajaan Majapahit dan perayaan Powerful Indonesia, Apurva Kempinski Bali dengan penuh semangat mempersembahkan Majapahit Imperial Dining. Sajian khusus ini hasil kolaborasi dengan Javara Indonesia.

"Kami sangat senang mempersembahkan Majapahit Imperial Dining di The Apurva Kempinski Bali. Perjalanan kuliner ini merupakan bukti komitmen kami dalam melestarikan dan menghormati warisan budaya Indonesia," kata General Manager The Apurva, Vincent Guironnet, dalam konferensi pers virtual Sabtu (28/10).

Melalui program Majapahit Imperial Dining ini, The Apurva mengundang para tamu untuk menikmati pengalaman tidak terlupakan yang menggabungkan sejarah, cita rasa, dan tradisi sambil menikmati esensi masa lalu Indonesia yang ditinggikan dengan pertunjukan unik. Ke depannya, menampilkan dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia akan terus dilakukan bagian dari pengalaman tamu di seluruh resor.

Pendiri Javara Indonesia Helianti Hilman, mengatakan, Majapahit Imperial Dining di The Apurva merupakan sebuah perjalanan kuliner luar biasa yang dipandu oleh kearifan Jawa kuno yang disebut Mitreka Satata. Sajian ini untuk hubungan harmonis antara manusia dan alam, sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati kuliner Indonesia, yang memiliki ita rasa, dan sumber daya yang melimpah sebuah perayaan gastronomi di seluruh nusantara yang pernah menghiasi meja-meja raja-raja Majapahit.

Makan malam disajikan dengan dekorasi artisanal yang ramah lingkungan dan pertunjukan tarian yang mempesona untuk meningkatkan perjalanan pengalaman menarik yang di masa kerajaaan. Kerajaan Majapahit terkenal dengan jamuan makan dan pestanya yang mewah, di mana masakan dibuat dengan presentasi yang rumit dan dekoratif untuk acara-acara khusus, upacara, dan ritual keagamaan.

"Masakan tersebut merupakan mosaik pengaruh masakan Indonesia, India, Tiongkok, dan Arab, yang mencerminkan perdagangan dan pertukaran budaya pada masanya. Kerajaan ini, yang berkembang pesat dari akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-16, terkenal karena praktik pertaniannya yang canggih," terangnya.

Bahan-bahannya dibagi menjadi lima teknik penanaman utama termasuk 'Pala Pendhem' (ditanam di bawah tanah), 'Pala Kesimpar' (ditanam dari tanaman merambat), 'Pala Gumantung' (bergelantungan di pohon), 'Palawijo' (panen serba guna), dan 'Pala Kitri' (korps berumur panjang).

Nasi diubah menjadi makanan pokok, sedangkan rempah-rempah seperti cengkeh, pala, serai, lengkuas, kelapa, dan merica tidak hanya sekedar penambah rasa tetapi juga simbol kemewahan kerajaan. Selain itu, metode pengawetan makanan seperti pengeringan dan penggaraman sangat populer di era ini, selain pengasapan dan fermentasi.

Salah satu hidangan teladan yang menonjolkan penguasaan teknik ini adalah hidangan ikan asin. Menu yang dikurasi khusus untuk Majapahit Imperial Dining menampilkan Urap Hayuyu yang melambangkan harmoni dengan biji-bijian yang tidak biasa. Urap tersebut kombinasi Jewawut (Foxtail Millet atau Setaria Italica), Rawon Lembu yang diperkaya dengan Kluwek (Pangium) karena kuahnya yang gelap.

Lainnya adalah Botok Iwak menghormati setiap bagian dari kelapa, Manuk Urang Manggar dengan rasa jeruk dan pedas dari Lada Andaliman, dan Jadah Tape sebagai penghormatan terhadap tradisi jajanan kaki lima Tape Uli di Betawi.

Inti dari menu set adalah Nasi Melik Parijatha yang luar biasa nasi unik yang tumbuh di lereng Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, dan dikenal secara eksklusif disajikan kepada raja-raja Majapahit. Setiap hidangan disiapkan menggunakan teknik memanggang, memanggang, mengukus, dan menggoreng yang telah lama ada, yang mewujudkan evolusi rasa dan keahlian kuliner sambil menceritakan kisah cita rasa kuno.

Di The Apurva Kempinski Bali, keberlanjutan (sustainability)adalah inti dari setiap kampanye yang dijalankan. Bersama Javara Indonesia, yang merupakan sebuah perusahaan sosial ternama yang didirikan oleh Helianti Hilman, berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan warisan budaya dan kuliner Indonesia.

Bahan-bahan untuk santapan kekaisaran ini diambil dengan cermat dari pertanian organik dan nelayan terampil, memastikan setiap elemen mematuhi prinsip budidaya organik dan praktik berkelanjutan. Selain itu, 'Majapahit Imperial Dining' lebih dari sekedar perayaan kuliner, namun merupakan pengembaraan yang menghidupkan warisan Majapahit.

Para perajin dari mitra dekorasi Sustainable Wedding, Designmill.Co, telah menciptakan dekorasi megah yang semakin menghidupkan nuansa era Majapahit untuk makan malam tersebut. Terakhir, pertunjukan tari dramatis menambah sensasi malam itu dengan koreografi yang dikurasi khusus oleh Kitapoleng, menceritakan kisah Tribhuwana Tunggadewi, Ratu Majapahit dan ibunda Raja Hayam Wuruk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.