Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pariwisata RI Tumbuh, Kunjungan Wisman Mencapai 8,98 Juta hingga Juli 2026

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 08:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pariwisata RI Tumbuh, Kunjungan Wisman Mencapai 8,98 Juta hingga Juli 2026 Doc: Kemenpar
Ket. Salah satu destinasi wisata di Indonesia.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyebutkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 8,98 juta kunjungan sepanjang Januari hingga Juli 2026 atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun pada saat yang sama, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan agar momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat.

Pertumbuhan kunjungan wisman tersebut tercatat dari sejumlah kawasan, yakni Asia lainnya sebesar 8,69 persen, Asia Tenggara 7,32 persen, dan Oseania 7,26 persen.

Seiring membaiknya situasi di Timur Tengah, kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut juga kembali mencatat pertumbuhan positif. Sementara pasar Eropa, meskipun masih mengalami kontraksi, mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan strategi diversifikasi pasar yang dilakukan Kementerian Pariwisata bersama berbagai pemangku kepentingan berjalan secara efektif.

Ia juga membeberkan pada semester I 2026, devisa pariwisata mencapai 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp145,13 triliun, tumbuh 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8,20 miliar dolar AS atau setara Rp134,68 triliun.

“Artinya, di tengah dinamika geopolotik, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan ketahanan,” kata Widiyanti.

Pada triwulan II 2026, devisa pariwisata mencapai 4,39 miliar dolar AS atau setara Rp76,99 triliun dan relatif stabil dibandingkan triwulan II tahun sebelumnya.

Widiyanti menyebut setiap transaksi wisatawan mulai dari akomodasi, kuliner, hingga belanja produk UMKM turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Devisa yang masuk kemudian menggerakkan rantai ekonomi hingga ke masyarakat.

“Bagi kami, angka ini penting karena pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pertumbuhan sektor pariwisata juga ditopang oleh perjalanan wisatawan nusantara.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 737,85 juta perjalanan wisatawan nusantara atau tumbuh 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada periode yang sama, jumlah perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri mencapai 5,26 juta perjalanan atau turun 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan Indonesia mencatat surplus 3,71 juta perjalanan.

“Hal ini penting, karena pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah orang yang melakukan perjalanan. Yang ingin kita dorong adalah bagaimana perjalanan tersebut menghasilkan lama tinggal, belanja wisatawan, aktivitas usaha, serta manfaat ekonomi di destinasi,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...

Bekasi Segera Memiliki Bupati Definitif

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bekasi Segera Memiliki Bupa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.