Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter RSCM Sebut Mengatasi Gigi Goyang Tak Harus Dicabut

📅 Senin, 30 Okt 2023, 17:08 WIB | Oleh:
Dokter RSCM Sebut Mengatasi Gigi Goyang Tak Harus Dicabut Doc: ANTARA/Maulana Surya
Ket. Sejumlah dokter gigi spesialis dan tenaga kesehatan mengikuti pelatihan manajemen dini pada trauma maksilofasial dan bedah mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/9).

JAKARTA - Dokter gigi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Ines Agustina Sumbayak mengatakan bahwa mengatasi gigi goyang tak harus selalu dengan cara dicabut.

"Tidak semua kasus gigi goyang harus dicabut, cabut gigi adalah solusi yang paling akhir," katanyadi Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan gigi goyang masih bisa dipertahankan dan dirawat ketika kondisi goyangmasih berada di derajat satu atau dua.

Ia menyebut tiga tingkat kegoyangan gigi, yakni ringan, sedang, dan parah, atau derajat satu sampai dengan tiga.

Iamenjelaskanpada derajat satu kegoyangan gigi umumnya karena adalubang gigi yang membuat nanah di ujung akar gigi.

Kondisi tersebut, katanya, bisa diperbaiki dengan perawatan saraf atau perawatan saluran akar gigi agar jaringan terinfeksi pada gigi bisa dibersihkan terlebih dahulu.

"Jadi gigi tersebut bisa kembali baik, dirawat sampai tuntas sehingga kegoyangan giginya bisa berkurang. Tapi kalau kegoyangan gigi sudah mencapai sepertiga tengah akar gigi dan ada kerusakan itu sudah masuk derajat dua," ucapnya.

Kegoyangan gigi dengan derajat dua, kata Ines, bisa diperbaiki dengan metodesplintingatau mengikat gigi yang goyang dengan beberapa gigi yang terletak di samping kiri dan kanannya.

Ia menjelaskansplintinguntuk merekatkan gigi yang lemah, di mana tindakan ini mengubah gigi menjadi satu kesatuan yang stabil dan lebih kuat.

"Umumnya, tindakan ini dilakukan akibat jaringan gusi yang rusak untuk mencegah gigi copot," katanya.

Meski sama-sama menggunakan kawat dalam prosedurnya, katanya,splintingberbeda dengan behel gigi.

Splintinguntuk menstabilkan gigi goyang, bersifat pasif, dan tidak ada tekanan untuk mendorong gigi tersebut untuk digerakkan ke posisi yang berbeda, sedangkanbehel pada umumnya dipasang pada gigi-gigi yang terjadi malposisi atau gigi yang tidak benar posisinya, dengan sifat aktif behel akan mendorong gigi ke bagian yang benar.

"Jadi itu dua hal yang berbeda antarasplintingdengan behel.Splintingitu hanya mengikat biar tidak semakin goyang tanpa menggerakkan, sementara behel merapikan, ada tarikan dan dorongan," ujarnya.

Ia menjelaskansplintinggigi bisa dilakukan secara temporer di bawah enam bulan, semi permanen selama enambulan, dan permanen di atas enam bulan atau tahunan, tergantung kondisi kerusakan gigi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.