Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekanan terhadap Rupiah Masih Berlanjut

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 07:48 WIB | Oleh:
Tekanan terhadap Rupiah Masih Berlanjut Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan jelang akhir pekan ini seiring meningkatnya ketegangan perang Israel dan Palestina. Meski demikian, pelaku pasar diperkirakan menunggu rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS) pada September 2023, Jumat (27/10) waktu setempat.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksilan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (27/10), berfluktuasi namun ditutup melemah di kisaran 15.910-15.970 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Kamis (26/10), melemah sebesar 50 poin atau 0,31 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.920 rupiah per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi data ekonomi AS yang lebih kuat.

"Ini menegaskan kemungkinan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan lebih lama dan mendorong permintaan dollar AS yang lebih kuat," ujar dia di Jakarta, kemarin.

Data AS tersebut ialah Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur AS sebesar 50,0 dengan ekspektasi 49,5.

Selain itu, pasar memperkirakan data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal II-2023 yang akan dirilis malam ini tumbuh 4,3 persen.

Pada Jumat (27/10), investor tertuju data inflasi PCE Price Index AS yang diprediksi meningkat 0,3 persen month to month (MoM) dan 3,7 persen year on year (YoY).

Menurut Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong, rupiah melemah pasca imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis, melanjutkan pergerakan menuju level tertinggi dalam 16 tahun sebesar 5 persen yang sempat ditembus pada awal pekan.

"Pidato Powell (Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell) semalam juga cenderung sedikit lebih hawkish. Tidak ada data ekonomi dari China hari ini, ekonomi China yang masih di bawah harapan akan terus menekan mata uang regional dan Asia, termasuk rupiah," ungkap Lukman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.