Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahun Politik Banyak Diwarnai Faktor Ketidakpastian

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tahun Politik Banyak Diwarnai Faktor Ketidakpastian Doc: Sumber: IMF, BI - KJ/ONES

» Konsumsi domestik masih jadi penopang utama pertumbuhan asal inflasi terjaga pada kisaran 3-3,5%.

» Kini muncul tantangan dalam bentuk volatilitas di pasar keuangan di AS yang makin tidak predictable.

JAKARTA - Berbagai tantangan ekonomi nasional dan global di masa depan, khususnya pada tahun politik akan membayangi Indonesia.

Tantangan paling menonjol yang dihadapi bangsa Indonesia menjelang akhir 2023 hingga awal tahun politik 2024 adalah terus meningkatnya suku bunga global.

"Kita harus menjaga optimisme, namun tetap waspada terhadap tantangan yang mungkin terjadi," kata pengamat ekonomi Fakhrul Fulvian di Jakarta, Kamis (26/10).

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan kenaikan suku bunga global makin memicu terjadinya perebutan likuiditas antarnegara. "Pemerintah harus menghitung dengan cermat berapa modal pemerintah dan swasta yang dapat digunakan dan di mana modal tersebut berada," ungkapnya.

Walaupun banyak modal milik pengusaha Indonesia yang ditempatkan di luar negeri, tetapi perlu upaya serius pemerintah menarik penempatannya ke dalam negeri. Upaya tersebut dengan membangun sistem keuangan yang kuat dan aman, menaikkan suku bunga agar lebih menarik dan kompetitif serta menawarkan insentif agar pemilik modal swasta menarik dananya ke Indonesia.

Dihubungi terpisah, Direktur Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan ekonomi sampai akhir tahun dan kuartal pertama tahun depan akan sangat tergantung pada proses pemilu dan transisi kekuasaan. Jika pemilu dan transisi kekuasaan berlangsung dengan damai dan mulus maka ekonomi Indonesia akan relatif stablil.

"Semua tergantung pada proses pemilu dan transisi kekuasaan. Kalau akhir tahun akan ada Natal dan Tahun Baru, sehingga konsumsi masyarakat akan meningkat. Saya kira tidak ada yang membuat ekonomi lebih baik atau drop sampai akhir tahun ini," kata Tauhid.

Faktor utama yang berpengaruh terhadap ekonomi nasional menurut Tauhid adalah faktor ekternal yakni era suku bunga tinggi yang belum akan berakhir dalam waktu dekat. Begitu pula perdagangan luar negeri khususnya pangan dan energi yang harganya melambung.

"Faktor utama adalah tekanan global, dan satu-satunya yang bisa kita optimasi adalah pemilu damai sehingga investor tetap percaya bahwa Indonesia tempat menanam uang yang aman," kata Tauhid.

Sementara itu, Direktur Celios, Bhima Yudhistira, mengatakan proyeksi ekonomi 2024 diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,9-5 persen year on year. Konsumsi domestik masih akan jadi penopang utama pertumbuhan dengan catatan tingkat inflasi bisa dijaga pada kisaran 3-3,5 persen sehingga daya beli kelompok menengah bisa solid. Sementara kinerja ekspor tertahan pelemahan permintaan Tiongkok dan sentimen geopolitik.

"Tantangan dari sisi ekspor perlu dipetakan sejak dini mulai dari pencarian pasar alternatif hingga mendorong ekspor bernilai tinggi. Belanja pemerintah yang cenderung populis selama tahun pemilu ikut mendorong ekonomi riil, namun porsi terhadap PDB hanya berkisar 8-9 persen," tutup Bhima.

Tantangan Bergeser

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.