Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diversifikasi Pangan Harus Mulai Dijalankan secara Konsisten

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Diversifikasi Pangan Harus Mulai Dijalankan secara Konsisten Doc: ISTIMEWA
Ket. MASYHURI Guru Besar Ekonomi Pertanian UGM - Untuk kasus ketahanan pangan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu cara saja, tapi harus mengombinasikan dari on farm atau hulu sampai off farm atau hilir, termasuk gagasan mengubah volatile food menjadi komponen inflasi inti.

» Manajemen stok yang buruk tahun ini, jangan terulang kembali di tahuntahun mendatang.

» Penyediaan pupuk bersubsidi, benih, dan faktor input pertanian harus dipastikan langsung menyasar petani.

JAKARTA - Salah satu tantangan pada ketahanan pangan nasional adalah masih sulitnya mengatasi fluktuasi harga komoditas pangan yang bergejolak atau volatile food. Kesulitan tersebut selalu berulang setiap tahun karena dipengaruhi oleh panen, gangguan alam, hingga perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun internasional.

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Kasan, dalam seminar bertajuk "Tantangan Perdagangan Pangan Global" di Jakarta, Rabu (25/10), mengatakan kesulitan mengatasi volatile food itu yang menyebabkan ketahanan pangan Indonesia masih tertinggal dibanding Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Jika dibandingkan dengan Indonesia, Singapura lebih banyak melakukan impor pangan. Namun, penanganan masalah ketahanan pangan di negara tersebut lebih baik dibandingkan Indonesia.

Menanggapi pernyataan pejabat Kemendag itu, Guru Besar Ekonomi Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Masyhuri, mengatakan tantangan ketahanan pangan di Indonesia tidak bisa disamakan dengan Singapura. Sebab, jumlah penduduk yang harus diberi makan di Indonesia jauh lebih banyak dibanding Singapura, bahkan tidak bisa dibandingkan.

Singapura hanya memiliki penduduk sekitar enam juta jiwa, sedangkan Indonesia sekitar 280 juta. Hal itu berarti kebutuhan pangan di Singapura hanya 2 persen persen dari kebutuhan pangan Indonesia.

"Untuk kasus ketahanan pangan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu cara saja, tapi harus mengombinasikan dari on farm atau hulu sampai off farm atau hilir, termasuk gagasan mengubah volatile food menjadi komponen inflasi inti," kata Masyhuri.

Di hulu, diversifikasi pangan harus segera mulai dijalankan secara konsisten terus-menerus. Sementara langkah untuk manajemen stok juga harus terus diperkuat. Jangan sampai buruknya manajemen stok pada tahun ini terulang kembali di tahun-tahun mendatang.

"Sudah tahu akan ada El Nino dari tahun lalu kok stoknya tidak ditambah? Bagaimana mau melakukan stabilisasi harga kalau stoknya tidak ada?" tanya Masyhuri.

Di sisi lain, teknologi hilirisasi juga perlu didukung dengan permodalan yang kuat dan teknologi tinggi. Produk sambal misalnya, pemerintah semestinya memberikan dukungan penuh pada perusahaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengembangkan produk sambal olahan karena produk mereka sangat dibutuhkan masyarakat.

"Hilirisasi untuk banyak produk pangan memang harus dikerjakan, tapi tidak tunggal. On farm, manajemen stok produk segar dan juga hilirisasi bareng dikerjakan maka kita akan mencapai ketahanan pangan," tandas Masyhuri.

Langsung ke Petani

Senada dengan Masyhuri, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan membandingkan Indonesia dan Singapura tentu kurang tepat dan bukan padanannya baik dari segi jumlah penduduk antar kedua negara, juga kondisi dan kebijakannya sangat berbeda. Baik Indonesia maupun Singapura sama-sama mempunyai keunikan dan karakteristik sendiri-sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.