Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakom: Seluruh SPBU Ditargetkan Rampung Jual B50 pada Oktober 2026

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 17:51 WIB | Oleh:
Bakom: Seluruh SPBU Ditargetkan Rampung Jual B50 pada Oktober 2026 Doc: Bakom RI
Ket. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari

JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan implementasi penggunaan biodiesel B50 masih berlangsung secara bertahap. Menurut dia, pemerintah menargetkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai menjual B50 pada 1 Oktober 2026.

Qodari mengatakan program mandatori B50 telah resmi diberlakukan sejak 1 Juli 2026 disertai masa transisi selama tiga bulan. “Ditargetkan pada 1 Oktober 2026, seluruh SPBU sudah menjual B50,” ujar dia, Senin (13/7).

Menurut Qodari, program mandatori B50 mewajibkan pencampuran bahan bakar solar dengan biodiesel atau berbasis minyak nabati. “Komposisinya 50 persen solar dan 50 persen biodiesel,” ucap dia.

Dengan demikian, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan B50 secara nasional. Ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan ekonomi nasional.

“Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan biodiesel B50 secara nasional,” ujar dia. “Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.”

Qodari menambahkan program biodiesel telah dimulai sejak 2008 melalui penerapan B2,5. Kebijakan itu kemudian berkembang secara bertahap menjadi B20, B30, B35, B40, hingga kini mencapai B50.

Menurut dia pemerintah memproyeksikan program B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun sepanjang 2026. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menghentikan impor solar secara bertahap.

Qodari juga memastikan kesiapan implementasi B50 dari aspek teknis maupun distribusi. Ini mencakup pengujian mesin diesel, kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur pencampuran dan distribusi.

Menurut dia, kemandirian energi menjadi syarat penting untuk memperkuat kedaulatan bangsa. “Karena itu, program mandatori B50 diharapkan menjadi langkah strategis menuju ketahanan energi berbasis sumber daya nasional,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
Koloni Bakteri dari Asap Ro...
Luar Negeri
Konflik AS-Iran Berpotensi ...

Ekonomi Global Masuk Zona Risiko

59 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Ekonomi Global Masuk Zona R...
Luar Negeri
Dunia Berpacu Mengejar Regu...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

59 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.