Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Ya Wujudkan Permintaan Sultan HB X agar Pengelolaan Pertanian DIY Berorientasi Industri?

📅 Rabu, 25 Okt 2023, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bagaimana Ya Wujudkan Permintaan Sultan HB X agar Pengelolaan Pertanian DIY Berorientasi Industri? Doc: ANTARA/HO-Pemda DIY
Ket. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, di Yogyakarta, Selasa (24/10/2023).

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pengelolaan pertanian di wilayahnya mulai berorientasi memenuhi kebutuhan industri, sehingga memberikan nilai tambah bagi produk pertanian.

"Semua sudah proses industri, bukan seperti sekian puluh tahun lalu yang hanya disediakan untuk kita makan," kata Sultan HB X dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Sultan, tanpa memiliki orientasi industri maka pengelolaan pertanian akan terus-menerus menghadapi masalah fluktuasi harga yang sulit dikendalikan.

Masyarakat, khususnya petani, menurut dia, perlu memiliki perubahan pola pikir sebagai bagian penyedia pangan termasuk untuk kebutuhan industri, bukan sekadar sebagai masyarakat agraris yang bertani untuk memenuhi kebutuhan stok pangan seperti zaman dahulu.

"Selama kita tidak berpikir bahwa kita telah memasuki industrialisasi, kita tidak akan pernah punya nilai lebih," kata dia.

Untuk itu, Sultan menuturkan diperlukan pengaturan pola tanam bahan pangan pokok yang memiliki harga jual relatif mahal guna turut mendukung kepentingan industrialisasi.

Upaya tersebut juga diperlukan sebagai salah satu strategi pengendalian inflasi pangan.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY dan TPID kabupaten/kota se-DIY, menurut Sultan, harus bersinergi, berdialog bersama para petani terkait rencana pengaturan pola tanam itu.

Menurut dia, pengaturan pola tanam juga bertujuan untuk menjaga agar ketersediaan produk pertanian bisa terus berkelanjutan.

"Kita bisa mengatur pola tanam pada bahan pangan pokok bernilai ekonomi tinggi, entah itu cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, beras dan sebagainya. Produk-produk itu bagian dari produk industri. Dulu memang bukan bagian industri, tapi sekarang kan bisa jadi bahan produk industri," kata dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.