Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tentara AS yang Kabur ke Korea Utara Didakwa Melakukan 8 Pelanggaran

📅 Minggu, 22 Okt 2023, 13:41 WIB | Oleh:
Tentara AS yang Kabur ke Korea Utara Didakwa Melakukan 8 Pelanggaran Doc: NK News
Ket. Travis King, tentara AS yang melarikan diri ke Korea Utara.

JAKARTA - Tentara AS, Travis King, yang melarikan diri ke Korea Utara pada Juli dan dibebaskan bulan lalu didakwa dengan dakwaan pornografi anak, desersi, dan enam pelanggaran hukum militer AS lainnya, menurut dokumen dakwaan yang dilihat NKNews.

NK News melaporkan, Angkatan Darat AS mendakwa King dengan delapan pelanggaran terhadap Uniform Code of Military Justice, termasuk dugaan meminta orang lain untuk "dengan sadar dan sengaja memproduksi pornografi anak."

Pengungkapan dakwaan kejahatan seksual tersebut memberi pencerahan baru tentang motivasi prajurit dua berusia 23 tahun itu berlari melintasi perbatasan Korea saat tur di Kawasan Keamanan Bersama pada tanggal 18 Juli. Korea Utara "mengusir" King pada 28 September karena "secara ilegal" memasuki wilayahnya setelah menahannya selama lebih dari dua bulan.

Menurut lembar dakwaan, King meminta pengguna aplikasi media sosial Snapchat pada atau sekitar tanggal 10 Juli untuk mengambil foto yang memperlihatkan payudara kepada anak di bawah umur "dengan maksud untuk memuaskan hasrat seksual [nya]."

King juga didakwa memiliki "video anak di bawah umur… terlibat dalam perilaku seksual eksplisit dengan maksud untuk mendistribusikan pornografi anak tersebut."

Delapan hari setelah dugaan kejahatan tersebut, King berusaha "tidak hadir secara permanen dari Angkatan Darat AS" dan tetap "absen dalam deserse" hingga akhir September, demikian isi lembar dakwaan yang merujuk pada kasus penyeberangannya ke Korea Utara.

King juga menghadapi tuduhan melakukan kekerasan terhadap tentara lain pada beberapa kesempatan terpisah, termasuk menendang kepala seorang sersan staf dan memukul kepala letnan dua dengan tinjunya.

Tuduhan tambahan, dia diduga tidak mematuhi perintah di beberapa kesempatan, termasuk mengabaikan perintah "untuk tidak mengonsumsi dan minum alkohol," dan berbohong kepada atasannya tentang lokasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.