Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WMO: Debu dalam Kandungan Udara Makin Memburuk

📅 Sabtu, 21 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
WMO: Debu dalam Kandungan Udara Makin Memburuk Doc: FABRICE COFFRINI / AFP
Ket. Petteri Taalas, Ketua WMO

NEW YORK - Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) PBB, pada Kamis (19/10), mengatakan jumlah debu di udara dunia semakin memburuk pada 2022 dan menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana perubahan iklim dapat meningkatkan titik panas badai pasir.

WMO mengatakan sedikit kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan emisi dari Afrika bagian barat-tengah, Semenanjung Arab, Dataran Tinggi Iran, dan Tiongkok bagian barat laut.

"Aktivitas manusia berdampak pada badai pasir dan debu," kata Ketua WMO, Petteri Taalas, dalam Buletin Debu Lintas Udara milik badan cuaca global.

"Misalnya suhu yang lebih tinggi, kekeringan, dan penguapan yang lebih tinggi menyebabkan kelembaban tanah lebih rendah. Ditambah dengan pengelolaan lahan yang buruk, hal ini menyebabkan lebih banyak badai pasir dan debu".

Dikutip dari Barron, laporan tahunan WMO ini mengamati kejadian dan bahaya badai debu serta dampaknya terhadap masyarakat. "Rata-rata global konsentrasi debu rata-rata tahunan di permukaan pada tahun 2022 sedikit lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2021," katanya.

Angka tahun lalu adalah 13,8 mikrogram (sepersejuta gram) per meter kubik, pada tahun 2021 angkanya menjadi 13,5.

Puncak Konsentrasi

Perkiraan puncak konsentrasi debu rata-rata tahunan di permukaan terletak di wilayah Bodele di Chad, dengan angka antara 900 dan 1.200 mikrogram per meter kubik.

Di belahan bumi selatan, konsentrasi tertinggi ditemukan di Australia tengah dan pantai barat Afrika Selatan, dengan angka antara 200 dan 300.

"Setiap tahun, sekitar 2.000 juta ton debu memasuki atmosfer, menggelapkan langit dan merusak kualitas udara di wilayah yang jaraknya ribuan kilometer, serta mempengaruhi perekonomian, ekosistem, cuaca, dan iklim," kata laporan itu.

"Sebagian besar hal ini merupakan proses alami, namun sebagian besar disebabkan oleh buruknya pengelolaan air dan lahan," ungkapnya.

Buletin tersebut merinci tiga insiden besar pada tahun 2022, termasuk "wabah debu luar biasa" pada Maret dari Afrika utara di Spanyol dan Portugal.

Peraturan kualitas udara Uni Eropa menetapkan batas rata-rata harian sebesar 50 mikrogram, namun di Spanyol tenggara, nilai puncak per jam tercatat melebihi 3.500 mikrogram.

Badai debu hebat di Timur Tengah pada Mei yang "secara drastis mengurangi jarak pandang di seluruh kawasan" dan badai debu lahan pertanian di Amerika Serikat bagian timur pada bulan itu juga dijelaskan secara rinci.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.