Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Xenotransplantasi Berisiko Menularkan Penyakit Zoonosis

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Xenotransplantasi  Berisiko Menularkan  Penyakit Zoonosis Doc: AFP/ Roslan RAHMAN

Rintangan terbesar yang ingin diatasi oleh pengeditan gen adalah risiko penularan penyakit zoonosis dari babi ke kera. Genom babi mengandung 40 hingga 70 salinan DNA dari retrovirus endogen babi (PERV) yang tidak berbahaya bagi babi modern, tetapi dapat diaktifkan kembali pada manusia.

Pada akhir tahun 1990-an, kekhawatiran terhadap virus yang menginfeksi penerima transplantasi ini mendorong seruan untuk moratorium xenotransplantasi. Namun pada akhirnya Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan penelitian untuk dilanjutkan.

Gen-gen virus ini sulit untuk diatasi karena jumlahnya sangat banyak di luar kemampuan yang dapat dinonaktifkan oleh teknik penyuntingan gen tradisional dalam jangka waktu yang praktis. Namun pada 2000-an, bidang ilmiah mendapatkan sekutu baru, perangkat pengeditan gen pemenang anugerah Nobel yaitu CRISPR-Cas9.

Wakil Presiden Senior Bidang Inovasi eGenesis Wenning Qin, mengatakan sekarang para ilmuwan dapat melakukan lebih banyak pengeditan pada genom sekaligus dengan lebih akurat. Sebelumnya diperkirakan jika mengandalkan teknik pra-CRISPR untuk menonaktifkan semua fragmen virus dalam genom babi Yucatán, maka akan membutuhkan waktu lebih dari 50 tahun untuk menyelesaikannya. Sedangkan dengan CRISPR hanya membutuhkan waktu beberapa bulan saja.

Data pengeditan tersebut akan digunakan oleh eGenesis untuk mengajukan persetujuan peraturan untuk menjalankan uji klinis fase I, yang diharapkan dapat dimulai oleh perusahaan pada 2025.

Masih harus dilihat kelompok pengeditan gen mana yang menghasilkan xenograft terbaik atau bahkan pengeditan gen mana yang diperlukan. Misalnya, perusahaan Revivicor, yang dimiliki oleh United Therapeutics dan menyediakan babi yang digunakan dalam transplantasi Universitas Maryland, membiarkan gen virus babi tetap utuh.

"Sebaliknya, Revivicor memilih jenis babi lain yang membawa lebih sedikit rangkaian virus. Berdasarkan pengalaman Mohiuddin dan timnya dalam melakukan xenotransplantasi sejauh ini, mereka belum mengamati aktivasi zoonosis pada manusia," katanya.

Muhammad M Mohiuddin, seorang profesor bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, mengatakan, jantung babi yang ditransplantasikan timnya ke manusia pada 2022 mengandung jejak virus babi yang berbeda. Namun para dokter tidak melihat bukti adanya infeksi virus saat penerimanya masih hidup.

Selain itu, menghilangkan semua gen PERV mungkin menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Mohiuddin mengatakan dia khawatir bahwa gangguan berlebihan pada genom babi dapat menyebabkan babi menjadi tidak sehat dan kinerja ginjal donor menjadi lebih rendah.

Faktor-faktor lain selain penyuntingan gen juga dapat mempengaruhi hasil xenotransplantasi. Regimen imunosupresan dapat membantu mencegah penolakan organ untuk beberapa waktu. Namun, tujuan xenotransplantasi adalah untuk merekayasa genetika untuk menghilangkan kebutuhan akan pengobatan tersebut. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.