Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wirausaha Milineal Ini Sukses, Ubi Madu Dikembangkan Petani Sukabumi Tembus Pasar Ekspor

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 00:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wirausaha Milineal Ini Sukses, Ubi Madu Dikembangkan Petani Sukabumi Tembus Pasar Ekspor Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menunjukkan produk ubi madu yang dikembangkan para petani milenial di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Sukabumi - Produk pertanian yang dikembangkan oleh petani dan wirausaha milenial di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yakni ubi madu berhasil menembus pasar ekspor.

"Produk ubi madu peminatnya tidak hanya dari dalam negeri, bahkan saat ini sudah banyak peminat dan permintaan dari luar negeri. Seperti ubi madu khas Kabupaten Sukabumi yang kami kembangkan ini sudah menembus pasar ekspor ke beberapa negara Asia," kata wirausahawan dan pembudidaya ubi madu Kabupaten Sukabumi Akay Trisula, di Sukabumi, Senin.

Menurut Akay, kelebihan dari ubi madu Kabupaten Sukabumi ini memiliki rasa yang manis dan tekstur daging yang lembut, sehingga ubi madu ini banyak diburu oleh masyarakat, pengusaha baik dalam maupun luar negeri.

Tingginya permintaan ini tentunya menjadi peluang usaha bagi masyarakat khususnya kaum muda untuk mengikuti program petani milenial dengan melakukan penanaman ubi madu, sebab pasarnya terbuka lebar.

Bagi para pemula yang ingin mencoba budi daya ubi madu ini, pihaknya siap memberikan pembinaan dan pendampingan sampai benar-benar bisa. Kemudian, untuk pemasarannya ia pun akan membantunya, sehingga tidak perlu bingung lagi saat panen, ubi madu ini akan dijual kemana.

Bahkan, pria yang tinggal di Kampung Cikawung, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes menyebutkan bahwa biasanya sebelum panen pedagang, distributor maupun pengepul dari dalam dan luar Sukabumi sudah memesan terlebih dahulu.

"Untuk pasar tidak perlu khawatir karena sudah ada, kami pun siap menampung ubi madu yang dihasilkan para petani. Maka dari itu, peluang usaha ini harus dimanfaatkan dan kepada para kaum milenial jangan malu menjadi petani, tapi harus bangga berprofesi sebagai petani," ujarnya pula.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan bahwa ubi madu ini merupakan salah satu produk pertanian unggulan Kabupaten Sukabumi, dan ia pun memastikan rasa ubi ini jauh lebih manis dan lembut dibandingkan dengan yang lain.

Pada sisi lain, Pemkab Sukabumi pun siap memberikan dukungan kepada para petani untuk memperluas usahanya tersebut. Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya alam mumpuni yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian.

Untuk itu, kreativitas dan inovasi harus dimiliki alam menangkap setiap peluang usaha yang ada, seperti budi daya ubi madu yang saat ini sudah menembus pasar ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.