Mayoritas Warga Asean Dukung Penghentian Penggunaan Batu Bara
📅 Jumat, 13 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Salah satu tren yang paling mencolok adalah kepasifan responden kaum muda," katanya.
"Sejak kami memulai survei ini, dan bahkan sebelumnya, saya rasa asumsi yang paling umum adalah bahwa generasi mudalah yang lebih peduli, lebih terlibat, dan lebih aktif. Namun kenyataannya, beberapa hasil menunjukkan sebaliknya," kata Seah.
Survei tahun ini menanyakan kepada responden sejauh mana menurut mereka dampak perubahan iklim akan berdampak negatif terhadap kehidupan mereka dalam waktu 10 tahun.
"Kaum muda ternyata merupakan kelompok yang paling pasif, dengan 34,6 persen mengatakan bahwa hal ini akan sangat berdampak pada mereka dalam 10 tahun, dan angka ini turun dibandingkan tahun lalu yang sebesar 49 persen," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari responden berusia di atas 60 tahun, 54,3 persen merasa perubahan iklim akan sangat berdampak pada mereka.
"Sama halnya dengan pertanyaan mengenai batu bara, ketika kami bertanya: haruskah Asean berhenti membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru? Kaum muda tentu saja menunjukkan ketidakpastian yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia di atas 60 tahun, yang menyatakan dukungan terbesarnya untuk tidak membangun (pembangkit listrik) batu bara baru," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!