Tidak Beralasan, Pemerintah Terus-menerus Impor Jagung
📅 Kamis, 12 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Langkah strategisnya adalah mendorong peningkatan produksi dan produktivitas jagung nasional, serta menciptakan tata niaga (distribusi) jagung yang demokratis sehingga tidak terjadi fluktuasi harga yang merugikan peternak ayam," jelas Awan.
Salah satunya dengan mendorong kemitraan demokratis antara petani jagung dan peternak unggas baik dalam skala lokal, regional, maupun nasional.
"Impor pangan terus-menerus adalah refleksi kegagalan perencanaan demokratis tersebut," tegas Awan.
Keputusan impor jagung disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Rabu (11/10), yang menyatakan telah menugaskan Bulog untuk mengimpor 500 ribu ton jagung pakan guna mengatasi defisit produksi pada kuartal IV-2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tahap pertama 250 ribu ton. Ini akan kita atur kedatangannya dan diupayakan sebelum panen sehingga kepentingan petani jagung nasional tetap terjaga. Bulog pun dipastikan telah ada stand by buyer dari teman-teman peternak unggas. Tidak seperti yang dahulu," kata Arief.
Rencana impor jagung pakan, katanya, merupakan langkah strategis pemerintah membantu peternak ayam mengatasi fluktuasi harga jagung pakan. Importasi ditegaskannya dilakukan secara cermat dan terukur serta tetap menjaga harga di tingkat petani tetap baik.
Berdasarkan neraca kumulatif tahunan, komoditas jagung mengalami surplus. Namun di kuartal IV-2023, neraca komoditas jagung menunjukkan angka defisit.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentunya kita tetap mengutamakan produksi dalam negeri, namun jika memang diperlukan dalam kondisi tertentu, intervensi pemerintah harus kita siapkan. Khusus untuk jagung pakan, Bapak Presiden telah memerintahkan agar segera mengambil langkah-langkah strategis," kata Arief.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!