Pembangunan Ekonomi | Hilirisasi Industri Kokohkan Transformasi
📅 Kamis, 12 Okt 2023, 10:00 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Kebijakan hilirisasi mampu meningkatkan pemerataan investasi di seluruh wilayah Indonesia. Tak hanya memperkokoh produk domestik bruto (PDB), hilirisasi juga dapat meningkatkan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di luar Pulau Jawa hingga mencapai 58 persen pada 2022.
"Program hilirisasi juga meningkatkan pemerataan wilayah di Indonesia. Jadi, dulunya Jawa mendominasi yang FDI, tapi sekarang mayoritas FDI masuk ke luar Jawa. Jadi, tahun lalu (2022) 58 persen FDI masuk ke luar Jawa, dan Jawa hanya 42 persen," kata Deputi bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Firman Hidayat, saat menyampaikan pidato kunci dalam acara UOB Gateway to Asean Conference 2023 di Jakarta, Rabu (11/10).
Menurutnya, hilirisasi berhasil mengembalikan fungsi struktur perekonomian Indonesia di wilayah bagian Timur yang sebelumnya cenderung masih belum maksimal. Hal itu tecermin dari pangsa manufaktur atau share of manufacturing di Morowali, Sulawesi Tengah, yang pada 2010 masih tercatat di bawah 10 persen, tetapi pada 2022 meningkat mencapai 73 persen. Dia memberikan contoh lain pangsa manufaktur di wilayah Halmahera, Maluku Utara, yang tercatat 61 persen.
Pangsa manufaktur merupakan proporsi atau persentase kontribusi sektor manufaktur terhadap total produksi atau ekonomi suatu negara, wilayah, atau sektor tertentu. Indikator tersebut mengukur sejauh mana sektor manufaktur memberikan kontribusi terhadap kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
"Perubahan struktur ekonomi ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelum hilirisasi terjadi," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang 2020, ekspor komoditas nikel dan barang turunannya senilai 4,73 miliar dollar AS, naik dari 2019 yang hanya 2,59 miliar dollar AS. Ekspor kembali meningkat pada 2021 sebesar 7,08 miliar dollar AS dan pada periode Januari-Agustus 2022 mencapai 8,7 miliar dollar AS. Firman menilai hal itu menjadi gambaran hilirisasi meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan sektor hilirisasi industri akan menjadi motor penggerak utama dari pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya. Menurutnya, multiplier effect atau dampak berganda dari aktivitas hilirisasi industri yang telah terbukti nyata, antara lain adalah meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menarik investasi masuk di Tanah Air, menghasilkan devisa besar dari ekspor, dan menambah jumlah serapan tenaga kerja.
Transformasi Berkelanjutan
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, ekonom senior United Overseas Bank Limited (UOB), Enrico Tanuwidjaja, berpendapat hilirisasi industri dan digitalisasi menjadi dua kunci utama yang dapat mengokohkan transformasi berkelanjutan di Indonesia.
"Kita fokus ke dua hal, hilirisasi industri dan transformasi digital. Dengan itu, bukan sesuatu yang tidak mungkin bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan," kata Enrico saat kegiatan UOB Gateway to Asean Conference 2023 di Jakarta, kemarin
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!