Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena ‘Bocah Kosong’ di Media Sosial, Kenapa Jadi Tren dan Disukai Netizen?

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perubahan dalam selera warganet bisa dijelaskan menggunakan teori hegemoni. Teori ini mengacu pada dominasi budaya oleh kelompok atau entitas tertentu yang mengendalikan norma, nilai, dan ideologi yang berlaku dalam masyarakat.

Dalam konteks perubahan selera pengguna media digital, teori hegemoni memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana selera dan preferensi dapat berubah seiring waktu. Ini terjadi karena beberapa alasan kunci:

Pertama, kekuatan platform media sosial yang memainkan peran sentral dalam perubahan selera.

Era media sosial memberi individu dan kelompok lebih banyak kekuatan untuk berpartisipasi dalam pembentukan budaya dan menyebarkan pandangan. Namun, pengaruh kelompok dominan masih sangat kuat dalam memengaruhi tren di media sosial. Kelompok dominan ini termasuk para pemilik media, golongan elite politik, dan publik figur yang mampu mempromosikan nilai-nilai yang ingin mereka dorong, yang pada gilirannya memengaruhi perubahan selera warganet. Kondisi ini seringkali dinamakan bagian dari hegemoni media.

Kedua, konstruksi identitas dan citra berperan penting dalam perubahan selera.

Hegemoni budaya menciptakan citra ideal yang diinginkan oleh masyarakat. Ketika konstruksi identitas dan citra berubah, seperti pergeseran dari penekanan pada penampilan fisik yang sempurna ke fokus pada karakteristik seperti kesederhanaan dan ketulusan, selera warganet pun ikut berubah. Ini seringkali terjadi melalui perubahan dalam representasi media dan naratif yang didorong oleh kelompok dominan.

Mengapa bisa terjadi?

Eca Aura, Nita Vior, dan Chateez adalah contoh manifestasi dari perlawanan terhadap hegemoni dalam dunia hiburan. Dalam kerangka teori hegemoni yang diperkenalkan oleh Antonio Gramsci, fenomena ini dapat dilihat melalui dua instrumen penting:

Pertama, ada "War of Position", yang dalam pemikiran Gramsci adalah strategi perubahan budaya yang diterapkan secara bertahap dan sistematis melalui berbagai institusi dan norma yang ada dalam masyarakat. Konsep ini mencerminkan usaha perlahan dalam mengubah pandangan, nilai-nilai, dan preferensi budaya yang telah diterima oleh masyarakat.

Dalam konteks perubahan selera dari penekanan pada kecantikan fisik menuju karakteristik "bocah kosong," strategi ini dapat melibatkan langkah-langkah seperti pembentukan opini publik yang mendukung perubahan tersebut. Hal ini dapat dilakukan melalui pembentukan "koalisi" bocah kosong untuk menyuarakan bahwa era baru dari sebuah eksistensi di dunia hiburan adalah yang lugu dan polos.

Kedua, ada "War of Movement", yang merupakan strategi yang lebih revolusioner dan mendadak dalam mengubah budaya, norma, dan nilai-nilai dalam masyarakat.

Konsep ini terkait dengan perubahan sosial yang bersifat drastis dan cepat, yang dapat mengguncang status quo dan menghasilkan perubahan besar dalam pandangan dan perilaku masyarakat).

Misalnya, dalam konteks perubahan selera, kondisi ini dapat mencakup penggunaan budaya populer seperti musik, seni, dan tren remaja untuk menciptakan perubahan dalam pandangan masyarakat. Sebagai contoh, mereka konsisten membuat konten di TikTok untuk menegaskan eksistensi mereka dengan kekhasan yang mereka miliki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.