Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena ‘Bocah Kosong’ di Media Sosial, Kenapa Jadi Tren dan Disukai Netizen?

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Oleh karena itu, kita perlu menjernihkan keraguan kita terhadap figur publik yang mungkin terlihat "kosong". Memang, ada dampak negatif dari mengidolakan karakter kosong ini, seperti publik yang latah ingin jadi "kosong" juga, sehingga mereka tidak menjadi dirinya sendiri. Mereka lupa bahwa karakter kosong memiliki tempat hanya pada dunia hiburan dan sebaiknya bukan untuk di dunia nyata yang penuh tuntutan atas skillset tertentu.

Namun dari karakter yang "kosong" tersebut, juga dapat memunculkan hal-hal positif yang tidak selalu harus dinilai dari penampilan fisik semata. Fenomena ini mengajak kita untuk lebih menghargai karakteristik masing-masing individu yang ternyata bisa menghibur juga dari kekurangan mereka, meskipun hanya gimmick semata.The Conversation

Yogie Pranowo, Adjunct Associate Lecturer, Universitas Multimedia Nusantara

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.