Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dekranasda Kenalkan Batik Lampung Sebagai Kekayaan Wastra Tradisional

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 15:50 WIB | Oleh:
Dekranasda Kenalkan Batik Lampung Sebagai Kekayaan Wastra Tradisional Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Kain batik khas Lampung yang dipamerkan dalam kegiatan hari batik di halaman Dekranasda Provinsi Lampung.

BANDARLAMPUNG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung berupaya terus memperkenalkan Batik Lampung sebagai kekayaan wastra tradisional di daerah itu.

"Jadi upaya dalam melestarikan batik ini dilakukan semua pihak. Beberapa waktu lalu sudah dilaksanakan pula peringatan puncak Hari Batik di Istana Negara dan di daerah melaksanakan kegiatan serupa," ujar Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari di Bandarlampung, Kamis.

Dalam upaya menjaga kelestarian batik, salah satunya Batik Lampung sebagai kekayaan wastra tradisional daerah, pihaknya terus memperkenalkan berbagai motif batik khas Lampung ke berbagai daerah.

"Memperkenalkan batik ini merupakan kewajiban kita sebagai anak bangsa. Salah satu cara untuk memperkenalkan Batik Lampung itu dapat dilakukan dengan memperkenalkan berbagai motif batik yang kita miliki, seperti motif SigerdanSembagi yang merupakan motif tua Lampung," katanya.

Dia menjelaskan motif Sembagi tersebut merupakan motif batik khas Lampung dengan ciri utama terdapat untaian bunga kopi di sepanjang kaindan motif ini telah secara resmi dipatenkan.

"Cara memperkenalkan batik Lampung ini dilakukan dengan mengadakan berbagai kegiatan, seperti mengadakan kegiatan bertemakan Batik Lampung, mewajibkan penggunaan Batik Lampung bagi ASNserta bagi tamu undangan yang hadir dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah," ucapnya.

Ia mengatakan dengan menggunakan batik dalam berbagai kegiatan merupakan wujud dari menjagadan melestarikan wastra tradisional tersebut.

"Selain itu dalam upaya melestarikan Batik Lampung sebagai wastra tradisional, berbagai pihak juga berupaya memberdayakan kawan-kawan disabilitas agar bisa ikut serta melestarikan Batik Lampung dengan memfasilitasi mereka berkarya membatik," ujarnya.

Menurut dia, pemberdayaan kaum disabilitas untuk menciptakan karya batik khas Lampung itu ada di beberapa daerah seperti di Kabupaten Mesuji, Lampung Timur, Kota Metro, dan Bandarlampung.

"Saat ini banyak sekali kaum disabilitas yang menjadi perajin batik, meski dengan adanya kekurangan secara fisik, mereka bisa tetap berkarya seperti membuat batik ciprat dan berbagai jenis lainnya," ucap RianaSari.

Dia pun mengharapkan makin banyak masyarakat yang mengenal berbagai motif Batik Lampung dan sekaligus memperluas pasar penjualan batik tersebut.

"Harapannya batik Lampung ini bisa berkembang seperti batik di Jawa. Lalu makin banyak masyarakat Lampung ataupun di luar Lampung yang melirik wastra daerah ini," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.