Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KCBN Muarajambi Kejar Predikat Warisan Dunia

📅 Senin, 05 Feb 2024, 03:13 WIB | Oleh:
KCBN Muarajambi Kejar Predikat Warisan Dunia Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi.

JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Fitra Arda, mengatakan salah satu tujuan revitaliasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi dalam rangka mengejar predikat warisan dunia dari UNESCO. Adapun sejak tahun 2009, KCBN Muarajambi sudah masuk dalam Tentative List Warisan Dujia UNESCO.

"Warisan dunia ini sudah lama sejak 2009. Itu bersamaan dengan Kota Sawalunto yang sudah jadi warisan budaya dunia. Itu waktunya 10 tahunan lebih. Ini bagian dari penguatan kita untuk memberi nilai tambah dalam pengajuan," ujar Fitra, dalam Press Tour Kemendikbudristek, Sabtu (3/2).

Dia menuturkan, untuk memperoleh predikat warisan dunia, KCBN Muarajambi butuh memperkuat narasi-narasi dengan berbagai bukti ilmiah. Di sisi lain, jika hanya mengajukan candi sebagai warisan budaya sudah banyak negara mengajukan.

Fitra mencontohkan, proses Jalur Rempah di Indonesia yang tengah diupayakan menjadi warisan dunia. Menurutnya, salah satu daya tarik objek tersebut adalah cakupannya tidak satu situs saja.

"Kenapa itu (KCBN Muarajambi) masih tentative list karena kita masih menggali nilai utamanya, outstanding universal value-nya apa. Ini bisa kita angkat ke depan melalui penguatan-penguatan ini," jelasnya.

Sebagai informasi, KCBN Muarajambi merupakan kompleks candi berarea sekitar 3.981 hektar. Ini menjadikan KCBN Muarajambi sebagai salah satu kompleks cagar budaya terluas di Asia Tenggara, dengan sejumlah besar struktur dan artefak yang masih terpelihara.

Pengembangan

Dia memastikan, pihaknya tetap akan menjadikan revitalisasi KCBN Muarajambi sebagai program prioritas salah satunya melalui regulasi. Di sisi lain, pihaknya akan memasukan program tersebut dalam Rencangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

"Itu akan mengawal visi misi presiden berikutnya. Kita berharap ini berkelanjutan. Jadi kebudayaan sebagai investasi betul-betul terjadi. Tidak dianggap cost dan kalau mengeluarkan uang tidak dianggap menghabiskan," katanya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.