Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cemilan Sehat, Pisang Hijau Daun Kelor Karya Mahasiswa UNY

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 17:04 WIB | Oleh:
Cemilan Sehat, Pisang Hijau Daun Kelor Karya Mahasiswa UNY Doc: Istimewa
Ket. Ketua tim PisangKUU, Boby Kurniawan dengan karyanya pisang hijau.

YOGYAKARTA - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengolah pisang kepok dengan cara yang berbeda. Pisang tersebut dibalut tepung terigu hijau yang merupakan campuran ekstrak daun kelor. Mereka adalah Boby Kurniawan prodi Ilmu Sejarah, Defry Ashar Abdulloh F prodi PJKR dan Zulfarida Choirunnisa prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran.

Menurut siaran persnya, Boby Kurniawan mengatakan bisnisnya ini tidak lepas dari kegemaran masyarakat Indonesia mengonsumsi cemilan, salah salah satunya pisang goreng.

"Selama ini variasi pisang goreng hadir seperti itu-itu saja, maka untuk menarik Generasi Z kami buat beda dengan balutan tepung kelor," ungkap Boby, Kamis (12/10).

Usaha yang dinamai 'PisangKUU' ini menggunakan ekstrak daun kelor pada tepungnya. Selain menambah estetika warna pada pisang, daun kelor juga mengandung antioksidan dan nutrisi seperti protein, karbohidrat, serat, magnesium, vitamin, zat besi, dan juga magnesium. Banyaknya kandungan nutrisi di sini dapat membantu dalam pencegahan penyakit kanker dan tekanan darah, sehingga PisangKUU merupakan camilan yang lezat sekaligus sehat untuk dikonsumsi.

Menurut Zulfarida Choirunnisa, tim PisangKUU menggandeng mitra kerja lokal dalam pembuatan produknya.

"Pisang kepok dipasok dari Cangkringan, daun kelor dari Kelompok Wanita Tani di Pakem, minyak goreng dan tepung terigu dari mitra di Pasar Demangan," katanya.

Sedangkan mitra kemasan dari JogjaSupply, mitra plastik dan perlengkapan lain dari Minimarket Kopma UNY. Hal ini karena memenuhi anjuran Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Sleman Suparmono yang mengungkap fakta bahwa produksi buah pisang di Sleman sebanyak 6.499,6 ton. Selain itu, konsumsi pisang per kapita di kabupaten Sleman juga tinggi yakni 0,164 kg melebihi konsumsi jeruk yang hanya sebesar 0,124 kg.

Cara membuat pisang hijau daun kelor cukup sederhana. Daun kelor dicuci dan direndam air hangat, dikeringkan sebentar lalu diblender dengan air, kemudian disaring menggunakan air panas dan diambil sari-sarinya ke gelas ukur. Adonan tepung yang sudah disiapkan dicampur dengan sari daun kelor tersebut, kemudian diaduk menjadi adonan pisang goreng hijau. Pisang hijau dipenyet dalan adonan kemudian digoreng dan dihidangkan dengan topping.

Defry Ashar Abdulloh menjelaskan usaha ini mendapat pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek tahun 2023.

"Berkat bantuan pendanaan dari program P2MW, kami berhasil melakukan sejumlah perubahan signifikan dalam pengembangan produk," ungkapnya.

Beberapa perubahan tersebut di antaranya rasa di mana PisangKUU tersaji dalam varian rasa manis, pedas dan gurih, peningkatan nutrisi lewat daun kelor serta pemasaran yang lebih sigap lewat pemesanan online.

Alumni MAN 1 Kebumen itu menegaskan berkat adanya pendanaan dari P2MW mereka mampu menambah dan mengembangkan sarana prasarana yang memadai, efektif, serta efisien. Beberapa sarana tersebut di antaranya deep fryer yaitu alat yang dijadikan sebagai pengganti panci.

"Alat ini sangat efisien dan praktis sebagai tempat untuk menggoreng produk PisangKUU," kata Defry.

Selain itu juga ada peniris minyak yang efektif dalam konteks penyajian karena alat ini dapat menghilangkan kelebihan minyak sehabis pisang digoreng. Sedangkan hand mixer tepung digunakan untuk memudahkan dalam pencampuran adonan tepung pisang goreng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

10 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.