Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Belt and Road Initiative' Hasilkan Kontrak US$ 2 Triliun

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
“Belt and Road Initiative' Hasilkan Kontrak US$ 2 Triliun Doc: ISTIMEWA
Ket. Para kritikus menuduh Tiongkok telah memikat negara berpendapatan rendah ke dalam perangkap utang dengan menawarkan pinjaman dalam jumlah besar dan tidak terjangkau.

BEIJING - Tiongkok, pada Selasa (10/10), mengumumkan proyek inisiatif kerja sama Sabuk dan Jalan (Belt and Road Iniatitive/BRI) telah menghasilkan kontrak senilai dua triliun dollar AS di seluruh dunia, setara dengan ukuran beberapa perekonomian negara terbesar di dunia.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), sebuah buku putih dari Dewan Negara Tiongkok menyatakan negara-negara yang berpartisipasi dalam inisiatif ini berutang lebih dari 300 miliar dollar AS kepada Bank Ekspor-Impor Tiongkok (Eximbank), angka yang menurut seorang pakar mungkin terlalu diremehkan, namun menunjukkan betapa besarnya utang infrastruktur dalam perekonomian global.

Bulan ini, Tiongkok merayakan ulang tahun ke-10 BRI, dengan Beijing telah menggelontorkan satu triliun dollar AS untuk proyek-proyek di seluruh dunia yang merupakan proyek gepolitik yang menentukan bagi Presiden Xi Jinping.

Namun, para kritikus telah lama menuduh Tiongkok memikat negara-negara berpendapatan rendah ke dalam perangkap utang dengan menawarkan pinjaman dalam jumlah besar dan tidak terjangkau.

Kontrak Konstruksi

Beijing mengatakan nilai kontrak konstruksi yang ditandatangani dengan mitranya kini berjumlah dua triliun dollar, setara dengan perekonomian Russia atau Kanada. "Dan omzet sebenarnya dari kontraktor Tiongkok mencapai 1,3 triliun dollar AS," katanya.

Dikatakan saldo pinjaman untuk proyek-proyek BRI dari Eximbank, kreditor utama BRI, kini berjumlah 2,2 triliun yuan (307,4 miliar dollar AS).

"Jumlah tersebut mencakup lebih dari 130 negara yang berpartisipasi dan mendorong lebih dari 400 miliar dollar AS investasi dan lebih dari dua triliun dollar AS perdagangan," kata buku putih tersebut, yang menunjukkan rata-rata utang per negara sebesar 2,4 miliar dollar AS.

Makalah ini tidak merinci negara mana saja yang paling banyak berutang, maupun jenis suku bunga yang harus mereka bayarkan.

Seorang pakar mengatakan kepada AFP angka tersebut, meski besar, kemungkinan besar diremehkan.

"Ada makalah penelitian akademis lain yang menulis mengenai utang tersembunyi ini yang jumlahnya bisa mencapai 800 miliar dollar AS," kata peneliti nonresiden di Global China Hub di Atlantic Council, Niva Yau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.