Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jika Petani Terus Dirugikan, Sulit Capai Kedaulatan Pangan

📅 Senin, 09 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan masa panen raya akan mendorong stok beras cukup sehingga pemerintah diharapkan tidak perlu melakukan impor.

"Pemerintah harus menggunakan data yang benar. Jika stoknya cukup, jangan sampai impor karena itu jelas merugikan petani. Kalau petani terus dirugikan maka akan sulit mencapai kedaulatan pangan. Percuma jika ketahanan pangan ada, tapi dipenuhi dari impor," kata Ramdan.

Dalam kedaulatan pangan, petani harus menjadi pihak yang paling berdaulat, sesuai dengan tanggung risikonya yang high risk. Mereka seharusnya menerima keuntungan paling besar, bukan paling kecil seperti sekarang. Mereka perlu mendapat bantuan modal, bisa melalui kelompok-kelompok tani.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan impor selalu terjadi berulang ulang, ketika panen raya pemerintah kadang impor beras, dengan alasan untuk cadangan beras nasional.

Padahal, saat panen masih berlangsung, pemerintah seharusnya jangan membuat keputusan impor yang akhirnya merusak harga petani.

"Kebutuhan beras seharusnya selalu di-review secara berkala," ujar Esther.

Agar lebih transparan, dia meminta sebaiknya ada dashboard live untuk kebutuhan beras dan komoditas pangan lainnya di tiap provinsi termasuk harga dan volume yang tersedia. "Ini biar transparansi dan menghindari mafia dan rent seeker," tandas Esther.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, menilai jika cadangan beras dari hasil produksi lokal agak sulit terserap karena harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sudah di kisaran tujuh ribu rupiah per kilogram (kg), sementara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) hanya lima rupiah per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.