Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jika Petani Terus Dirugikan, Sulit Capai Kedaulatan Pangan

📅 Senin, 09 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jika Petani Terus Dirugikan, Sulit Capai Kedaulatan Pangan Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - KJ/ONES

» Hasil panen raya harus dihitung cermat untuk mengukur kemampuan nasional menghadapi kebutuhan ke depan.

» Petani harus menjadi pihak yang paling berdaulat, sesuai dengan risiko tinggi yang ditanggung.

JAKARTA - Pemerintah diminta memperbaiki kebijakan yang berkaitan ketahanan pangan khususnya upaya-upaya memenuhi cadangan beras nasional. Pemenuhan cadangan beras nasional seharusnya memprioritaskan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri, sedangkan impor semestinya jadi alternatif terakhir.

Saat ini, kelihatannya impor jadi prioritas untuk memenuhi cadangan beras dalam negeri, sedangkan hasil produksi petani lokal hanya untuk memperkuat cadangan yang sudah ada dari impor.

Hal itu disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melaksanakan panen raya di Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10).

"Impor itu pilihan terakhir, setelah mengoptimalkan pasokan petani dalam negeri," kata Awan.

Sebab itu, hasil panen raya harus dihitung cermat untuk mengukur kemampuan nasional menghadapi kebutuhan ke depan.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan siklus panen raya tanaman padi yang kini berlangsung di sejumlah areal persawahan di Jawa Barat (Jabar) menambah cadangan beras nasional di tengah fenomena El Nino yang melanda Indonesia.

Seperti diinformasikan Biro Pers Sekretariat Presiden yang dikutip Antara menyatakan panen raya yang kini berlangsung di Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang itu, kata Jokowi, berlangsung di tengah penurunan volume panen raya pada semester kedua tahun ini.

Presiden pun senang menyaksikan hasil panen raya padi yang mencapai produksi hingga 9 ton per hektare di lokasi itu.

"Bisa 9 ton, memang padat sekali saya lihat dan kita harapkan dari panen-panen inilah pasokan beras bisa menambah cadangan kita," kata Presiden.

Pasokan beras dari Subang tersebut akan menambah persediaan beras nasional yang kini tersimpan sekitar 1,7 juta ton di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog). Presiden pun memperkirakan persediaan beras nasional akan kembali bertambah pada kisaran angka 1,5 juta ton sampai akhir 2023.

Presiden Jokowi pun berharap panen raya di Kabupaten Subang juga diikuti oleh areal persawahan lainnya di Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat. "Ya, ini di Kabupaten Subang bagus. Mungkin minggu depan saya mau lihat di Indramayu," kata Kepala Negara.

Data Yang Benar

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.